Penetapan Tersangka Tunggu Perkembangan

Rp 2,7 M Bisa Jadi Barbuk

195
0

CIHIDEUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya akan menjadikan uang pembebasan lahan Jalan Lingkar Utara (Lingtar) sebesar Rp 2,7 miliar yang tidak ada di rekening Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya sebagai barang bukti (barbuk) untuk memperkuat penyelidikan.

“Nantinya uang yang dikembalikan jadi barang bukti dulu. Baru diselamatkan ke kas negara,” ujar Jaksa Senior pada Tim Penyelidikan Dana Ganti Lahan Kejari Tasikmalaya Ahmad Sidik SH saat dihubungi Radar melalui sambungan telepon, Kamis (3/5).

Sidik menerangkan mengenai status penyelidikan berikutnya tergantung perkembangan proses pengembalian uang senilai Rp 2,7 miliar dari mantan panitera PN pada 7 Mei. Yang bersangkutan sudah berjanji untuk mengembalikan uang tersebut.

“Letak kesalahan sudah jelas terdapat pada hilangnya dana ganti lahan dan hanya tersedia Rp 500 juta di rekening lembaga PN,” jelasnya.

Pihaknya juga akan mengecek rekening koran pejabat PN kala itu untuk memastikan penyimpanan uang Rp 2,7 miliar tersebut berbentuk deposito atau tabungan. “Kita belum cek transaksi rekeningnya. Apakah uang itu berbunga atau tidak. Berbunga atau tidaknya kita lihat saja rekening korannya,” terang Sidik.

Sementara ini, terang dia, tim penyidik belum menetapkan status tersangka kepada pihak mana pun. Sebab, masih menunggu perkembangan dan melakukan pengembangan kasus tersebut. “Pokoknya perkara ini kita akan terus telusuri, penetapan tersangkanya belum. Tunggu perkembangan dulu,” tandasnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.