Beranda Pangandaran Rp 44 M untuk Jaring Apung

Rp 44 M untuk Jaring Apung

243
BERBAGI
DOKUMENTASI KKP UNTUK RADAR TASIKMALAYA TINJAU PROYEK. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti berbincang dengan tim saat mengontrol jaring apung lepas pantai di Kabupaten Pangandaran Sabtu (31/3).

PANGANDARAN – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti meninjau tiga proyek KKP di Kabupaten Pangandaran Sabtu (31/4). Diantaranya pembuatan keramba jaring apung lepas pantai (KJA offshore), pabrik pakan di kawasan Piamari, Desa Babakan dan pembuatan Embung di kawasan Grand Pangandaran.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan KKP menggelontorkan dana hingga mencapai Rp 44 miliar untuk proyek KJA offshore.
“Untuk pabrik pakan anggarannya sebesar Rp 16 miliar. Sementara pembangunan Embung menghabiskan anggaran sekitar Rp 12 miliar,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.
Dikatakannya, KJA offshore dibuat sekitar dua mil dari lepas Pantai Pangandaran. Kedalamannya di atas 50 meter. “Jaraknya cukup jauh dari pantai, sehingga diharapkan bebas dari limbah dan arusnya kuat untuk menghilangkan kotoran dan limbah pakan,” katanya.
KJA offshore, menurutnya, menggunakan teknologi tinggi. Diadopsi dari Norwegia. Proyek keramba jaring apung lepas pantai itu merupakan yang pertama di Indonesia. KKP juga merencanakan proyek serupa di Sabang dan Karimun Jawa.
“Untuk yang di Pangandaran progresnya paling cepat dan sudah rampung hingga mencapai 97 persen. Tinggal pasang jaring dan tebar benih,” terangnya.
Dia memaparkan KJA offshore t nantinya akan diisi benih ikan kakap putih. Sekitar 2,88 juta ekor benih akan disebar. Setiap KJA, memiliki delapan lubang yang masing-masing lubang akan diisi sekitar 120 ribu ekor benih.
“Jenis kakap putih termasuk ikan yang mudah dibudidayakan, makanya kita pilih. Mudah juga untuk diolah menjadi berbagai produk ketimbang jenis ikan budidaya lainnya, seperti kerapu. Untuk memasarkan kakap putih juga lebih luas,” paparnya.
Beberapa negara yang banyak meminta kakap putih, lanjutnya, adalah Amerika Serikat (AS), Eropa dan Australia. Sementara kerapu hanya diminati Tiongkok dan Hongkong.
Sementara itu, pabrik pakan ikan dibangun di lahan seluas 5000 meter persegi. Lokasinya berada di samping Poltek Kelautan dan Perikanan di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran. “Pabrik tepung ikan nantinya akan mampu memproduksi 1.000 kilogram per satu jam,” jelasnya.
Slamet melanjutkan, pembangunan Embung merupakan solusi untuk penanganan banjir dan tsunami. Luas lahan yang digunakan sekitar lima hektare dan akan mulai dikerjakan awal April 2018. Embung tersebut nantinya juga bisa digunakan sebagai tempat rekreasi, jogging track, maupun pemancingan warga. (nay)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.