Kabag Tapem Sebut untuk Akomodasi dan Operasional

Rp 4,5 Juta untuk Ikut Rakernas Apeksi

160
0

BANJAR – Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Banjar diundang menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) di Kota Semarang Jawa Tengah.

Bagi OPD yang akan menghadiri kegiatan tersebut harus mengeluarkan Rp 4,5 juta. Itu untuk biaya akomodasi dan operasional.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Tapem Setda Kota Banjar Irwan Adhiawan, biaya tersebut untuk kebutuhan biaya perjalanan, hotel serta makan selama tiga hari, mulai tanggal dari 2 hingga 5 Juli. Dari seluruh OPD, kata dia, baru enam yang sudah mengonfirmasi siap mengikuti kegiatan itu.

“Anggaran kami siapkan tiap tahun sekitar Rp 70 juta, tapi untuk pelaksanaanya bukan untuk akomodasi dan operasional OPD yang diajak seperti saat ini. Anggaran Rp 70 juta tidak akan cukup,” kata dia di ruang depan Tapem Rabu (26/5).

Untuk itu, dirinya berinisiatif mengkoordinir segala kebutuhan di Semarang, mulai dari perjalanan dari Kota Banjar hingga pulang lagi ke Kota Banjar.

“Jadi begini, soal Apeksi ini contohnya kita mau turing lah, kelompok turing ini mengumpulkan biaya untuk akomodasi di satu orang, kemudian orang ini contohnya mengatur semua dan mempersiapkan kebutuhan, seperti tempat menginap dan lain-lain. Biayanya dari semua anggota kelompok yang ikut. Atau seperti perjalanan umrah misalnya. Nah ini juga demikian,” katanya.

Tapem, katanya, untuk pelaksanaan Apeksi di Kota Semarang menjadi koordinatornya. “Di sana nanti ada pameran juga, kita ikut nanti Disperindag kewenangannya. Selain itu kegiatan di sana juga mencakup, di antaranya musyawarah, silaturahmi dengan seluruh pemerintahan kota lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Ada juga sharing persoalan-persoalan dan kebijakan di kota masing-masing. Lalu ada materi aturan dan informasi baru yang akan dibahas. Hasil musyawarah itu nanti dikumpulkan, kemudian semua wali kota merumuskan.

“Nanti digabung dan diajukan ke pemerintah pusat. Contoh permasalahan sampah di masing-masing kota,” katanya.

Ia menjelaskan OPD yang tidak ikut tidak akan dibebankan biaya. Sebab biaya itu untuk kebutuhan kepala OPD atau perwakilannya selama pelaksanaan.

“Saya sudah menghitung seluruh OPD berapa kebutuhannya di sana. Kalau gak ikut ya gak bayar. Saya tidak merasa itu sebuah pungli, karena itu digunakan untuk kegiatan Apeksi, itu bukan untuk saya sendiri. Itu bisa dianggarkan dari anggaran dinas. Contohnya biaya itu untuk menginap di hotel bintang lima selama tiga hari, per malamnya Rp 1 juta lebih,” katanya.

Kepala Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Saifuddin mengatakan akan mengikuti pameran dalam pelaksanaan Apeksi. Namun dia tak mau menjelaskan soal beban biaya Rp 4,5 juta.

“Iya ikut pameran nanti, di bidang perdagangan untuk teknisnya. Kalau soal biaya, emh, tanya saja ke Pak Irwan ya, Kabag Tapem. Dia yang paham detailnya, soalnya dia koordinator dari Kota Banjar,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.