Beranda Pangandaran Rp 5 M untuk Ajengan Masuk Sekolah

Rp 5 M untuk Ajengan Masuk Sekolah

50
0
BERBAGI
Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya RAKOR. Para ulama menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) di ruang bupati, Senin (19/2).

PARIGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para ulama melakukan rapat koordinasi (rakor) dan evaluasi program Ajengan Masuk Sekolah(AMS), Senin (19/2).

Ada beberapa hal yang akan ditambahkan dalam program tersebut. “Untuk implementasi memang ada sedikit kekurangan. Yang pertama para ajengan belum memiliki acuan dalam pelaksanaan program ini. Oleh karena itu, pada 2018 ini mereka akan diberi buku pedoman agar para ajengan ini bisa mengerti apa yang akan dilakukan di dalam kelas,” ungkap Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Pangandaran Agus Nurdin kepada sejumlah wartawan kemarin.

Selama ini, terang dia, setiap ajengan masuk ke kelas biasanya para guru malah keluar kelas. “Seharusnya guru dan ajengan ada dalam satu kelas. Karena ajengan hanya menyampaikan materi saja dan guru seharusnya berperan melaksanakan pembiasaan kepada murid,” jelasnya.

Adapun metode yang akan dipakai, lanjut dia, mengacu kepada Perpres Nomor 87 Tahun2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. “Sebenarnya tidak ada kurikulum. Tapi kita semua mengacu kepada perpres tersebut. Di mana tujuan akhirnya adalah penguatan pendidikan karakter dan perubahan perilaku peserta didik. Lalu bagaimana metodenya? Para ajengan mengajarkan Alquran, hadis dan yang ketiga adalah hikayat atau cerita,” ucapnya.

Pihaknya tidak menitik beratkan kepada siswa untuk paham dan hafal Alquran. Namun yang terpenting adalah si anak akan rajin membaca Alquran, mengucapkan salam. “Output-nya itu wujud perilakunya,” terangnya.

Untuk anggaran AMS 2018, kata dia, pemkab sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 5 miliar. “Lima miliar itu sudah termasuk dengan pesantren kilat dan manajemennya seperti pengadaan buku pegangan dan lain-lain,” bebernya.

Ketua MUI Kabupaten Pangandaran H Otong Aminudin mengatakan dalam peksanaan program tersebut ada sistem rekrutmen dan tes. “Dengan harapan pembentukan karakter peserta didik ini bisa maksimal,” jelasnya.

Saat ini, terang dia, ada 780 ajengan yang diikutsertakan dalam program ini. Untuk per kecamatannya tergantung sekolah dalam kelompok didik. “Masih bisa bertambah. Nanti disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya. (den)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.