Rp150 Juta untuk Stimulan Masyarakat

59

BALE KOTA – Sosialisasi Program Gerakan Masyarakat Mandiri Berdaya Saing dan Inovatif (Gema Madani) sebagai model pembangunan berbasis partisipasi tahun anggaran 2019, dilaksanakan di Gedung Serba Guna, Bale Kota, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Kamis (14/03).

Dihadiri oleh Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman, Sekretaris Daerah Ivan Dicksan, Kepala Bidang Kesra H Nasihin, Koordinator Kota Solahuddin, Asisten Administrasi pemerintahan dan kesra H Nanang, para camat dan lurah se-Kota Tasikmalaya, 21 fasilitator Gema Madani, 69 tim pelaksana kegiatan Gema Madani dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Budi Budiman mengatakan, kegiatan Gema Madani Simpati lebih mengutamakan partisipasi dari masyarakat. “Kita ingin menghadirkan pemberdayaan masyarakat agar terjadi saling gotong royong melalui partisipasi,” katanya.

Menurut Budi, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran ke setiap kelurahan sebesar Rp150 juta per kelurahan. “Kalau dijumlahkan untuk seluruh kelurahan mencapai sepuluh miliar lebih. Ini untuk membangkitkan stimulan masyarakat,” ujarnya.

Budi menginginkan tingkat kecamatan dan kelurahan memiliki kampung Gema Madani dan bertujuan agar masyarakat lebih care atau peduli terhadap hasil pembangunan.

“Kunci utamanya adalah adanya spirit pembangunan. Kalau masyarakat dilibatka, akan merasakan bagaimana beratnya peduli pada hasil pembangunan, sehingga bisa menjaganya,” kata Budi.

“Contohnya, jika ada gorong-gorong yang mampet atau banyak sampah, masyarakat bersama-sama membersihkannya. Masyarakat harus menjaga dan punya rasa memiliki. Sehingga hal ini dapat menjaga hasil pembangunan kita,” ungkapnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, H Nasihin mengatakan, program Gema Madani 2019 terbagi menjadi tiga bagian. “Ifakem (Infrastruktur Ekonomi), Ifasring (Infrastruktur Lingkungan), dan Ifosbud (Infrastruktur Sosial Budaya),” tuturnya.

Dalam mencapai program Gema Madani, kata Nasihin, terdapat tahapan dalam pelaksanaannya. “Tahap pelaksanaan kegiatan sebesar 92% dan tahap operasional sebesar 8%,” terangnya.

Nasihin mengatakan, program Gema Madani Simpati dilakukan secara bottom up. “Dimana masyarakat mengusulkan ke pemerintah, dan masyarakat juga yang melaksanakan,” ujarnya. [anshari]

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.