Rp800 Juta untuk Ganti Atap IGD RSUD Ciamis yang Ambruk

87
0
EVAKUASI. Para petugas gabungan melakukan evakuasi secara bertahap barang-barang di lantai atas IGD RSUD Ciamis pada pertengahan Oktober lalu. Rencananya atap IGD RSUD akan dibangun kembali menggunakan baja ringan dengan genting jenis multiroof. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Police line yang membentang di lokasi IGD RSUD Ciamis sudah dibuka Polres Ciamis. Jumat pagi ini (13/11), akan dilakukan pembersihan material atap yang ambruk bulan lalu itu.

Dalam waktu dekat, Pemkab Ciamis akan membangun kembali atap IGD RSUD Ciamis. Dananya Rp 800 juta. Ditargetkan akhir Desember 2020 pembangunannya tuntas.

“Rencana pembangunannya atapnya saja dulu yang penting teduh dulu, diganti dengan yang terbaru yakni masih pakai baja ringan, namun atapnya tidak pakai genting, namun pakai multiroof,” ujar Direktur RSUD Ciamis dr Rizali Sofyan kepada Radar, Kamis siang (12/11).

Rizali berharap ruang IGD lantai atas dan bawah bisa kembali digu­nakan. Termasuk, atap baru nanti harus menjamin aman dari ambruk lagi. “Semoga setelah selesai lebih aman dan nyaman kami beraktivitas,” harapnya.

Pihak RSUD Ciamis tidak mempermasalahkan atap IGD menggunakan baja ringan lagi karena genting multiroof lebih aman karena bebannya tidak seberat genting biasa.

“Tentunya harapan ke depannya bisa dibangun lebih permanen juga, namun upaya sekarang yang penting cepat dan nyaman. Bagian atapnya saja dulu (yang dibangun, Red),” ujarnya.

Rizali juga berterima kasih kepada kepolisian yang telah tuntas melakukan penyelidikan ambruknya atap IGD. “Termasuk Pemerintah Ciamis yang memprioritaskan pembangunan dengan cepat bagian atapnya,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Ciamis H Okta Jabal Nugraha ST menjelaskan, pihaknya akan membantu penyediaan sumber daya manusia dalam teknis pembangunan atap lantai atas IGD RSUD Ciamis tersebut.

Baca juga : Tergerus Air, Jembatan Penghubung 2 Desa di Panawangan Ciamis Ambruk

Termasuk pejabat yang akan melaksanakannya.
“Berharap dalam minggu-minggu ini ada kesimpulan dalam tindak proses lanjutan,” papar Okta.

“Jadi kita tinggal segi teknis dan SDM dalam pembangunan atap IGD RSUD Ciamis tersebut,” kata Okta.

Satuan Reskrim Polres Ciamis, sebelumnya, menyimpulkan hasil penyelidikan mengenai ambruknya ruang IGD lantai atas RSUD Ciamis.

Wakapolres Ciamis Kompol Rendy Setia Permana SIK SH MH melalui Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Rizaldy Satria Wibowo SIK menyampaikan bahwa ambruknya IGD lantai atas RSUD Ciamis bukan karena permasalahan konstruksi.

Sebelum sampai kepada kesimpulan ambruknya atap bangunan di rumah sakit milik pemerintah itu, Polres Ciamis sebelumnya telah bergerak dan melakukan pengecekan tempat ke­­ja­dian perkara (TKP).

Mereka juga mencari dan memeriksa saksi-saksi. Berikutnya, memasang police line di area TKP. Itu dimak­sudkan menjaga keaslian (ke­orsinilan) TKP.

“Selain itu kami juga menjaga agar orang lain tidak sem­barangan masuk ke sana mengingat khawatir terjadi peristiwa lain atau ambruk kembali bangunan tersebut. Itu alasan kami mema­sang police line,” ujarnya menjelaskan.

Kasat menambahkan, pihaknya juga memintai keterangan 6 saksi dalam kejadian tersebut. Baik dari pihak RSUD Ciamis hingga beberapa dinas terkait dan unsur lainnya.

Termasuk, pihaknya meminta dokumen terkait perencanaan IGD RSUD Ciamis dan dokumen kontrak pekerjaan teknis konstruksi IGD RSUD Ciamis serta meminta serah terima pekerjaan konstruksi IGD RSUD Ciamis.

“Nah, dilihat dari fakta-fakta keterangan saksi dan data dokumen yang diperoleh dalam proses penyelidikan, melihat kepada Pasal 65 Undang-Undang No 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi bahwa di sana tidak dikatakan sebagai gagal konstruksi,” kata Kasat menjelaskan.

Berdasarkan data detail engineering design (DED) dan data kontraktual bahwa pembangunan IGD RSUD Ciamis dilaksanakan pada 2008, sementara yang bisa dikatakan gagal bangunan menurut Undang-Undang No 2 tahun 2017 itu merupakan bangunan 0 sampai 10 tahun. Sedangkan bangunan RSUD Ciamis yang ambruk, karena lebih dari 10 tahun tidak bisa dikatakan karena gagal konstruksi.

Dengan demikian, ambruknya atap RSUD Ciamis itu karena musibah atau bencana. Terlebih saat itu kondisinya hujan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.