Rp9 M untuk Revitalisasi dan Pembangunan Museum Galuh Pakuan Ciamis

164
1
SIMBOLIS. Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya meletakan batu pertama sebagai simbolis pembangunan revitalisasi kawasan sejarah, Rabu (5/8). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya melaksanakan peletakan batu pertama untuk revitalisasi dan pembangunan Kawasan Museum Galuh Pakuan dan Lansekap Situs Jambansari Kecamatan Ciamis, Rabu ( 5/8) sekitar  pukul 09.00.

Anggaran untuk revitalisasi kawasan sejarah ini mencapai Rp 9,1 miliar yang bersumber dari Kementerian PUPR.

Baca juga : Sekda Ciamis Nonaktif Dilantik Bupati Jadi Staf Ahli

Herdiat mengaku bersyukur hadirnya respons dari Kementerian PUPR untuk bantuan revitalisasi dan pembangunan kawasan sejarah di Kabupaten Ciamis dengan anggaran yang cukup luar biasa untuk merehab lokasi budaya tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini, yang paling penting kami bisa memelihara sejarah dan situs yang ada di Ciamis,” ujarnya kepada Radar, Rabu (5/8).

“Dengan ini diharapkan tidak ada yang neko-neko lagi dan mengatakan bahwa Galuh itu tidak ada, justru Galuh ini lengkap sejarahnya yang ditulis tangan serta situs yang lainnya sangat lengkap sekali. Makanya kemarin ketika ada salah satu nyeleneh orang Galuh marah, kami bangga jadi warga Galuh,” katanya, menambahkan.

Loading...

Herdiat mengakui bahwa dirinya setiap hari memakai pin Galuh, karena ini merupakan jati diri dan kecintaan terhadap wilayah yang mempunyai sejarah.

Di mana Galuh itu pernah mempunyai masa keemasan pada zamannya dan masih ada sampai saat ini peninggalan-peninggalannya.

Bupati juga menyampai­kan, dalam pembangunan Situs Jambansari harus diperhatikan terkait manfaat kepada masyarakat sekitar.

Salah satunya di wilayah ekonomi, terkhusus untuk masyarakat sekitar. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 masyarakat kesulitan dalam ekonomi, diharapkan tenaga kerja untuk pembangunan revitalisasi Situs Jambansari ini dari orang sekitar.

“Saya harapkan minimal bisa membantu perekonomian masyarakat di Kabupaten Ciamis ketika revitalisasi dilaksanakan,” terangnya.

Tempat yang sama, Ketua Yayasan Koesoemadiningrat dan Koesoemawinata Rd Rasich Hanief Radinal mengatakan, bahwa pelaksanaan pembangunan Situs Jambansari mencakup dua lokasi.

Seperti penataan dan renovasi Lansekap Situs Jambansari dan Kawasan Museum Galuh Pakuan.

“Kami berharap dengan dibangunnya di pusat Kota Ciamis akan menjadi ikon destinasi wisata edukasi seni, sejarah dan budaya yang berdampak secara ekonomi bagi sekitar dan luar daerah serta menegaskan bahwa Tatar Galuh ini jelas ada,” harapnya.

Baca juga : Akses Jalan ke Lumbung Padi Ciamis Rusak, Masyarakat Protes

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jabar Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Ferico Asya Yogananta mengatakan, pemerintah masih tetap komitmen mendukung kegiatan-kegiatan di daerah.

“Jadi kami mendorong perekonomian di daerah agar terus meningkat,” tuntasnya. (isr)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.