RS Swasta di Garut Tolak Pasien Corona, Bupati Kecewa

285
0

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan mengaku kecewa dengan rumah sakit swasta di Kabupaten Garut. Hal itu karena pihak rumah sakit swasta ini enggan dijadikan tempat isolasi untuk pasien covid-19.

“Sekarang rumah sakit yang menjadi tempat isolasi pasien covid-19 ini hanya RSUD dr Slamet saja, karena sebagian besar rumah sakit swasta di Garut ini enggan menerima (pasien positif, Red),” ujar Rudy kepada wartawan, usai apel di Lapang Setda Garut, Senin (19/10).

Rudy menerangkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, pihak rumah sakit swasta enggan menerima pasien covid-19 ini alasannya tidak ada tempat untuk ruang isolasi untuk pengidap virus corona ini.

“Saya kurang tahu, apakah tidak punya atau tidak mau menyediakan (ruang isolasi, Red),” ujarnya.

Baca juga : 2 Hari, Muncul 68 Pasien Positif Corona di Garut

Selain alasan itu, kata dia, dirinya tidak mengetahui lagi alasan detail terkait penolakan rumah sakit swasta untuk merawat pasien positif covid-19. “Orangnya engga mau ada covid, nanti pada kabur pasiennya mungkin. Alasan bisnis itu,” katanya.

Rudy menerangkan, melihat kondisi seperti ini, pihaknya langsung mengambil langkah dengan memanfaatkan rumah sakit Medina yang dimiliki keluarganya.

Dengan penggunaan rumah sakit menjadi ruang isolasi untuk pasien positif covid-19 ini, maka pihaknya akan meningkatkan fasilitas rumah sakit, seperti menambah tempat tidur untuk pasien menjadi 200 bed. “Sekarang baru 80 bed, kita tingkatkan menjadi 200 bed,” ujarnya.

Selain rumah sakit swasta yang tidak mau dijadikan tempat isolasi, hotel juga sama tidak ada yang mau dijadikan tempat isolasi. “Kami sudah jajaki semua hotel di Garut, semuanya tidak ada yang mau (dijadikan tempat isolasi, Red),” katanya.

Dengan kondisi seperti ini, kata dia, pihaknya akan mengoptimalkan ruang isolasi di RSUD dr Slamet dan RS Medina untuk penanganan covid-19 di Kabupaten Garut ini.

“Memang sekarang jumlahnya terus meningkat, mudah-mudahan dengan dua tempat ini bisa cukup untuk menampung pasien covid-19 ini,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.