RSJK Kota Tasik Diserang Kejamnya Hoaks Covid-19, Begini Sebenarnya..

694
0
PELAYANAN. Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) Tasikmalaya terus beroperasi seperti biasa. Mereka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

Informasi hoaks (informasi palsu) mengiringi perjalanan negeri ini dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tidak hanya teror psikologis yang dirasakan publik, sejumlah tenaga medis dan lembaga kesehatan pun turut merasakan kejamnya informasi palsu yang dengan sengaja disebar luas oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Firgiawan, Kota Tasik

Seperti yang menimpa Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) Tasikmalaya. Rumah sakit swasta yang berlokasi di Jalan Otto Iskandar Dinata tersebut beberapa kali “diserang” informasi palsu yang beredar melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApps.

Baca juga : Bantuan Dana untuk Tim Covid-19 RT & RW Siap Disalurkan Pemkot Tasik, Namun..

Wakil Direktur Pelayanan RSJK dr Sari Wahyu Ningrum Sp N menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, untuk menjelaskan kondisi riil di rumah sakit. Sebab, dampak adanya hoaks yang menginformasikan miring mengenai rumah sakit dikhawatirkan berdampak terhadap manajemen dan psikologis karyawan. “Bahkan Pak Kadis Kesehatan, dr Uus Supangat meyakinkan informasi yang beredar belakangan ini sangat tidak benar,” ucapnya kepada Radar, Selasa (14/4).

Menurutnya, kondisi RSJK saat ini kondusif dengan pelayanan berjalan lancar dan aman. Baik bagi pasien umum maupun pasien terindikasi Covid-19. “Bagaimana pun kami komitmen membantu Pemkot, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. SOP kesehatan sejak sebelum ada outbreak (wabah Covid-19,Red) kami sudah berjalan,” tuturnya.

Loading...

Sari menjelaskan sejak Covid-19 baru tersebar di Jakarta, pihaknya sudah menyusun disaster plan. Dengan bersiap diri memenuhi kelengkapan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis, hingga non medis di rumah sakit. “Terutama demi keselamatan staf dan pasien kami,” kata dr Sari.

Untuk itu, ia berharap masyarakat arif menyikapi sejumlah pesan berantai yang tersebar melalui aplikasi WhatsApps (WA) tersebut. Sebab, pihaknya terus membantu pemerintah dalam melayani kebutuhan medis di tengah pandemi. Termasuk, sejak awal RSJK telah menggulirkan program pencegahan Covid-19. Dengan menyosialisasikan melalui flyer dan pembagian masker bagi masyarakat atau pasien di lingkungan rumah sakit. “Di awal kami sudah upaya antisipatif mengedukasi publik. Kita lihat ada warga tak bermasker, kita berikan,” ceritanya.

“Termasuk wastafel dan hand sanitizer sudah jelas kita sediakan di sekitaran rumah sakit,” sambung dr Sari.

Selain itu, dalam melawan Covid-19 pihaknya sudah menyiapkan kelengkapan APD baik bagi staf, perawat dokter sampai dengan cleaning service, sesuai standar WHO. Sebelum Covid-19 merebak pun, di RSJK sudah mendirikan Posko Covid-19. Dimana seluruh pasien dan pengunjung yang hendak mengakses layanan rumah sakit diperiksa terlebih dahulu. Ketika ditemukan gejala, langsung diarahkan menuju posko sebagai bentuk deteksi dini. “Di tengah pandemi ini, kita bagian yang hadir membantu pemerintah,” katanya.

Baca juga : 3 Pemain Judi Poker Online di Kabupaten Tasik Ditangkap Polisi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Dr Uus Supangat mengajak kepada masyarakat tidak terpengaruh informasi palsu yang tidak jelas sumbernya. Sehingga membuat ke simpang siuran informasi.

Menurut Uus, RSJK sudah melakukan SOP yang semestinya dilakukan sesuai standar protokol kesehatan sebelumnya adanya P001 mencuat. “Pasca kegaduhan (informasi hoax, Red), dari Dinas Kesehatan sudah mengecek beberapa kondisi ruang isolasi dan beberapa tempat yang digunakan pelayanan. Protokol kesehatan di RSJK sudah benar bahkan sudah mensterilkan beberapa tempat. Alhamdulillah hasilnya sesuai yang kita harapkan,” kata Uus memaparkan. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.