RSUD Ciamis Kecolongan Pasien Corona, 64 Tim Medis Diisolasi

14173
11

CIAMIS – Ditenggarai akibat kekurangtahuan harus menyampaikan secara detil riwayat pasien, RSUD Ciamis kecolongan, pasien positif corona.

Informasi yang dihimpun Radar, dan dibenarkan Dirut RSUD, ada salah satu pasien RSUD Ciamis asal Kecamatan Panjalu yang meninggal dunia, akibat suatu penyakit bawaannya.

Sebelum meninggal, pasien tersebut sempat dirawat selama delapan hari. Dan diagnosa penyakitnya bukan corona, tapi penyakit lain.

Lalu, pasien tersebut kondisinya semakin memburuk, bahkan kesadarannya makin menurun. Lalu, pihak RSUD berniat merujuk ke rumah sakit yang lebih kompeten.

Namun, dari pihak rumah sakit tempat rujukan meminta pasien di periksa atau Rapid Test sesuai protokol kesehatan. Alhasil, pasien tersebut reaktif korona.

Melihat kondisi tersebut, pihak RSUD langsung melakukan swab test terhadap pasien dan mengisolasi di ruangan khusus.

Hasil swab test ternyata positif corona. Dan hari Jumat (12/06) sore pasien meninggal dunia.

Direktur RSUD Kabupaten Ciamis, dr Rijali Sopyan, membenarkan hal tersebut.

“Sekarang kami sudah lakukan protokol kesehatan sampai pemakamannya,” ungkap Rijali.

Kata Rijali, saat ini pihaknya melakukan tracking dan tracing terhadap tenaga medis.

“Ada 64 orang tim medis yang sempat kontak dengan pasien. Dan sudah dilakukan swab test untuk memastikan kondisi tenaga medis,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, saat ini ada beberapa orang tim medis yang lakukan isolasi mendiri di rumah.

“Ada juga tenaga  medis yang dikarantina di salah satu ruangan  di RSUD, Ya, sambil menunggu hasil swab test,” terangnya.

Rijali mengaku, ada tiga dokter yang sudah kontak fisik dengan pasien, tenaga lab, klinik dan bagian ruangan.

“Mereka juga sudah di lakukan swab test. Untuk tenaga dokter mudah-mudahan hasilnya cepat keluar dan yang lainya kita sambil dalam kurun waktu tiga harian,” paparnya.

Rijali menyesalkan pasien tidak memberitahukan yang sebenarnya tentang riwayat perjalanan nya, sebelum sakit atau dirawat. Hal ini karena ketidaktahuan.

(iman s rahman)

Berita terkait : RSUD Ciamis Kecolongan Diduga Pasien Positif, Begini Kata Dirut..
Loading...
loading...

11 KOMENTAR

  1. Maaf, di awal kalimat pemberitaan ini menyebutkan bahwa seolah-olah si pasien yg tidak jujur tentang riwayat penyakitnya, dan kebetulan saya salah satu keluarga pasien bisa memastikan bahwa bukan pasiennya yang tidak jujur, karena awalnya, kami, pihak keluarga membawa pasien ke rs dlm kondisi pingsan (tak sadarkan diri), dan kondisi ini sdh beberapa kali dialami pasien jauh sebelum ada wabah corona. Jadi mana mungkin pasien berbohong atau menutup-nutupi riwayat kesehatannya sementara ybs dalam kondisi pingsan dan terus koma hingga ahir hayatnya. Saya justru curiga pasien terpapar virus corona setelah beberapa hari dirawat di RSUD Ciamis. Jadi saya mohon dari pihak pemberitaan ini untuk meninjau kembali pemberitaan ini, karena ini seolah-olah menyalahkan pihak pasien dan mencemarkan nama baiknya. Terima kasih.

  2. Dari semua kejadian saya pembaca turut berduka cita atas meninggal pasien dari panjalu. Kita ambil hikmahnya saja, tidak perlu saling menyalahkan karena semuanya terjadi atas kehendaknya, apapun itu yang jadi penyebabnya. Dan atas semua kejadian kita harus lebih bijak lagi dalam bertindak, ikuti aturan protokol kesehatan pola hidup bersih umpamanya dan banyak banyak lah mawas diri serta berdoa semoga kita selalu dalam lindungannya.

  3. Mohon maaf sebelumnya, saya sebagai kerabat dekat pasien merasa janggal dengan artikel ini. Karena memang pasien di bawa ke RS setelah keadaan tidak sadarkan diri dan saya dapat memastikan pasien tidak pernah bepergian keluar kota. Memang pasien sudah ada penyakit bawaan yg di keluhkan beberapa waktu sebelum corona. Jadi saya sangat menyayangkan artikel ini di buat seolah-olah pasien yg bersalah tidak memberi tahukan riwayatnya.

  4. Ini yg nulis berita saudra Iman S Rahman goblok apa ngasal..???
    Pasien masuk rumah sakit sudah dalam keadaan nggak sadar dibilang nggak jujur.. Cari makan nggak usah gitu2 amat pak.. Biar berkah itu duit dimakan anak bini..

  5. Tolong ini beritanya diklarifikasi dgn benar yah,atau ini bs jd pencemaran nama baik.sampai hr ini keluarga blm menerima hsl dr tes covid.yg sdh pasti pasien menderita penyakit tertentu sdh ada hsl ctscan nya,makanya dirujuk ke rs lain.
    Kami keluarga punya data dan riwayat pasien.
    Berita ini menggiring seolah2 pasien berbohong!mana mungkin..pasien dtg dlm keadaan sdh tdk sadar.
    Kasihan keluarga kami..dlm kondisi duka..tp sekaligus hrs berhadapan dgn sanksi sosial,yg mana blm tentu kebenenarannya.
    Ketika pasien meninggal..knp diberlakukan prosedur covid,hanyalah untuk berjaga2,karna hsl blm keluar.
    Alhamdulillah keluarga kami berbesar hati menerima itu untuk kepentingan banyak org,walaupun bs saja kami menolak,karna pasien dirawat di rs karna penyakit serius yg lain,bukan karna gejala covid.
    Keluarga kami insyaallah ckp tau dan mengerti bagainana itu gejala covid,seandainya iya kami tdk akan bertindak sebodoh itu dgn menutup2i nya.

  6. Hati” yang mengangkat pemberitaan jangan karena rating apalagi materi…..mengingatkan kembali bahwa pemberitaan itu harus dengan faktanya dilapangan. Kebohongan 1 x akan berbuah kebohongan yg lebat.tpi kebenaran adalah segalanya. Bagi warga pembaca kita harus memilah milah mana HOAX / mana FACT. Mengingat akhir akhir ini berita sudah menjadi kebutuhan hidup bagi yg mengangkatnya atau sebagai alat propaganda suatu kelompok dgn mempunyai tujuan tertentu.

  7. mohon maaf, saya dari pihak keluarga merasa kurang enak dengan kata kata dalam berita Ini karena tidak sesuai dengan kenyataannya.

  8. Dengan kejadian ini jangan sampai saling menyalahkan, keluarga pasien tentu tak menginginkan kejadian ini terlebih dianggap tidak jujur tentang riwayatnya dan belum tentu juga pasien membawa wabah dari rumahnya, bisa saja tertular di rumah sakit. Baiknya kita tanggap dengan kejadian ini sehingga tidak ada istilah KECOLONGAN lagi, kalaupun harus pake KECOLONGAN semua negara didunia juga KECOLONGAN karena Corona datang tanpa permisi.

  9. Mustinya judul berita
    “KARENA KETELEDORAN DARI RSUD CIAMIS,SATU DESA DIBUAT WAS WAS..”
    Karena yg pertama tahu pasien mengidap penyakit apapun apalagi penyakit berbahaya itu pastilah pihak medis…
    Kepada bapak iman s Rahman.. kita harapkan agar lebih hati hati dalam membuat judul berita…jangan sampai menggiring opini publik ke arah yg salah dan menyesatkan sehingga merugikan dan menyakiti sebagian orang (keluarga)…contohnya seperti judul d atas..
    Pernahkah anda melakukan konfirmasi (cek n ricek) kepada keluarga pasien…sebelumnya…??

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.