Ruang Isolasi Penuh, Pasien Positif Covid-19 Antri di RSUD Kota Tasik

136
0
radartasikmalaya.com
Gedung Rawat Inap Mitra Batik di RSUD dr Soekardjo Kota Tasik dijadikan lokasi perawatan Covid-19. rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya sejak beberapa hari ini, menyebabkan semua ruang isolasi di Rumah Sakit (RS) swasta maupun RSUD dr Soekardjo penuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat mengatakan, akibatnya beberapa pasien terkonfirmasi positif saat ini terpaksa masuk daftar tunggu (antri) ruang isolasi Covid.

“Hari ini seluruh rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah sudah penuh ruang isolasi Covid-nya. Sudah tak bisa menampung lagi, karena sudah penuh,” katanya kepada wartawan, Selasa (08/12) pagi.

“Sekarang sudah ada beberapa daftar tunggu (pasien terkonfirmasi positif, Red), ada yang masih di IGD khusus Covid. Belum masuk ruang isolasi,” sambungnya.

Selain itu, terang dia, ada juga pasien positif yang menunggu di rumah yang menjalankan isolasi mandiri dan harus segera dimasukan ke tempat isolasi.

“Agar lebih memadai dalam pencegahan penularan agar maksimal penanganannya. Ini yang menjadi tugas tambahan kita di dalam menscrening mana yang boleh menjalankan isolasi mandiri dan mana yang tidak,” terangnya.

Termasuk, beber dia, dalam menentukan isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi positif, pihaknya juga tak bisa sembarangan.

“Kita mesti cek dulu kondisi rumahnya. Lalu kita kondisi lingkungannya. Terus kita juga mesti mengedukasi masyarakat sekitar,” bebernya.

Dengan kondisi itu, maka pihaknya berencana akan menambah ruang isolasi menggunakan rumah sakit tipe D yang hampir beres pembangunannya yaitu Puskesmas Purbaratu dan Dewi Sartika di Kawalu.

“Di dua rumah sakit itu kurang lebih bisa menampung 150 tempat tidur. Disamping itu juga kita sedang melakukan kajian juga untuk menyewa hotel sebagai ruang isolasi,” tambahnya.

Jelas dia, mereka yang akan dirawat di ruang isolasi tambahan itu juga akan ditempatkan pasien dengan gejala asimptomatik atau tanpa gejala dan pasien dengan gejal ringan.

“Sedangkan untuk gejala ringan sampai berat kita upayakan nanti dirawat di isolasi rumah sakit yang sudah kita siapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa kita siapkan kedua rumah sakit ini,” jelasnya.

Untuk mempercepat temuan kasus, tukas Uus, mudah-mudahan laboratorium PCR di Labkesda sudah bisa kita operasionalkan.

Sehingga pihaknya cepat mengetahui temuan kasus serta cepat melakukan penanganan kasusnya.

Maka hal ini memberikan penguatan kepada tracing dan treatment.

“Nah untuk menekan angka kematian yang kita lakukan sekarang adalah memperkuat treatment ini agar supaya masyarakat yang terpapar Covid-19 bisa kita tanggulangi di tempat yang memang semestinya, yaitu di dua rumah sakit itu,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.