Ruang Isolasi RSUD Kota Banjar Penuh

79
0
istimewa. MEMERIKSA. Petugas analis laboratorium RSUD Banjar sedang memeriksa sample swab.
istimewa. MEMERIKSA. Petugas analis laboratorium RSUD Banjar sedang memeriksa sample swab.

KAPASITAS tempat tidur di ruang isolasi khusus RSUD Banjar dan RSU Asih Husada untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 penuh. Hal ini menyusul banyaknya penambahan kasus positif dalam sepekan terakhir.

Tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 di ruang isolasi khusus RSUD berjumlah 32, kondisinya hampir penuh. Demikian juga di RSU Asih Husada. Dari jumlah 29 tempat tidur di dua ruangan isolasi khusus juga sudah terisi oleh pasien Covid-19.

“Ruang isolasi khusus untuk pasien Covid-19 sudah penuh. Tempat tidur yang ada sudah terisi semua. Jumlahnya 29 tempat tidur. 12 tempat tidur di ruang isolasi 1 dan 17 tempat tidur di ruang isolasi 2,” ujar Direktur RSU Asih Husada dr Wiwik Nur Santi, Minggu (15/11).

Baca juga : 1 OB Positif Corona, 80 Karyawan BRI Kota Banjar di-Swab Test

Sementara untuk ruang di RSUD diperkirakan akan penuh jika penambahan pasien terus bertambah. “Di ruang isolasi 3 jumlah tempat tidur 22 sudah terisi 15. Kemudian di ruang isolasi 2 berjumlah 7 tempat tidur dan sudah terisi 6 pasien, kemudian di ruang isolasi khusus tersedia 2 tempat tidur dan belum terisi. Jumlah tempat tempat tidur pasien khusus ruang isolasi sebanyak 31 tempat tidur,” kata Direktur RSUD Kota Banjar drg Eka Lina Liandari.

Ia menjelaskan ruang isolasi tersebut untuk pasien Covid-19 yang berbeda. Ruang isolasi satu untuk kasus obgyn, isolasi dua untuk kasus ICU dan HCU, sedangkan untuk ruang isolasi 3 untuk pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan sampai sedang.

Saat ini, jelas dia, masih bisa ditangani, tapi tidak menutup kemungkinan untuk berikutnya akan penuh semua karena hasil swab saat ini bisa ditunggu dalam sehari, sehingga running sample lebih cepat diketahui tapi berimbas kepada kecepatan persediaan kapasitas fasilitas layanan kesehatannya untuk pasien yang terkonfirmasi.

“Oleh karena itu perlu kajian mendalam mengenai penempatan pasien melihat kategori pasien sesuai gejala yang dirasakan sehingga tidak overload. Rumah sakit bisa diperuntukan hanya yang memiliki gejala sedang sampai berat saja,” kata dia. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.