Basuki: Siapkan Strategi Tutupi Kekosongan di Dapil 7

Ruhimat Pensiun, Suara PPP Terancam

3

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Pensiunnya H Ruhimat dari dunia politik akan berdampak terhadap peta jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, terlebih bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang bisa mengancam perolehan suara.

Hal itu diungkapkan Pengamat sosial politik dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam kepada Radar, Rabu (22/8).

Asep mengatakan mundurnya Ruhimat dari pesta demokrasi lima tahunan ini jelas akan cukup berdampak terhadap PPP, terlebih di daerah pemilih (dapil) 7 yang merupakan domisili ketua dewan dua periode tersebut.

“Dia (Ruhimat) sudah empat periode. Sehingga konstituen beliau di daerah tersebut sudah bisa dipastikan cukup kuat. Karena ada pemilih yang kedekatan secara emosional dan melihat latar belakang partai,” jelasnya.

Asep menganalisa politisi yang sudah malang melintang lalu tiba-tiba mundur biasanya hanya sebatas istirahat dan akan maju kembali pada pesta demokrasi selanjutnya.

“Biasanya politisi tidak betah terlalu lama di luar dunia politik,” terangnya.

Sekretaris Fraksi PPP Kabupaten Tasikmalaya Dr H Basuki Rahmat MSi menjelaskan soal berpengaruh atau tidak pensiunnya Ruhimat bagi partai akan dilihat sejauh mana konsolidasi terhadap konstituennya di dapil 7. Pileg ini individual dan sangat tergantung terhadap konsolidasi masing-masing calon.

“Jadi kita akan lihat peran Ruhimat di dapil 7 apakah masih solid konsolidasinya atau seperti apa. Kalau masih solid jelas akan berpengaruh,” bebernya.

Sebagai antisipasi, kata dia, PPP sudah menyiapkan bakal calon legislatif (bacaleg) dapil 7 untuk bergerak meraih suara di wilayah yang ditinggalkan Ruhimat. Sehingga suara PPP di dapil tersebut tetap aman pada Pileg 2019.

Sebelumnya H Ruhimat, ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini memutuskan tidak akan tampil kembali pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Ketua dewan dua periode ini memastikan berhenti menjadi politisi dan akan merintis menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Tasikmalaya serta fokus mengurus Kwarcab Pramuka.

Ruhimat dipastikan tidak akan tampil sebagai peserta hajat demokrasi lima tahunan ini setelah diketahui tidak terdaftar sebagai anggota partai politik mana pun dalam
Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya.

Dia juga tidak tercantum sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) pada daftar calon sementara (DCS).

“Saya tidak akan maju di pileg lagi. Saya juga sudah tidak terdaftar sebagai bacaleg di partai mana pun,” ungkap Ruhimat kepada wartawan di ruangannya, Senin (20/8).

Kata dia, niatnya untuk tidak lagi tampil pada pesta demokrasi sudah bulat. Dia juga tidak berpikir untuk maju menjadi calon di DPRD Jabar mau pun DPR RI.

“Saya sudah dua periode menjadi ketua dewan dan sekarang ingin mengakhirinya. Saya sudah menjadi pemimpin bangsa dan sekarang ingin belajar menjadi seorang negarawan,” terangnya. (dik)

loading...