Rumah Ambruk, Bayi Tertinggal dan Ditemukan Tubuhnya Dipenuhi Pasir

59
BENAHI. Keluarga Ede Sopyan membenahi atap rumahnya yang ambruk akibat angin kencang dan hujan deras di Kampung Pasir Angin Boboko Gunung Tengah Kelurahan Sukajaya Kecamatan Bungursari, Selasa (8/1). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

BUNGURSARI – Musibah rumah ambruk yang terjadi hari Senin (7/1) sekitar pukul 16.00 lalu, masih membuat trauma keluarga Ede Sopyan (50) asal Kampung Pasir Angin Boboko Gunungtengah RT/RW 02/09 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Bungursari.

Nah, Selasa (8/1), mereka sudah mengungsi di rumah tetangga, sebagiannya tinggal di tenda.

Rumah yang ditinggali Ede bersama mertua, istri, enam anak, dua menantu dan tiga cucu itu roboh akibat diguyur hujan deras disertai angin kencang. Apalagi, rumah buruh tani yang dibangun sekitar 20 tahun lalu itu sudah lapuk.

Sore itu, keluarga Ede tengah berkumpul di rumah. Ketika tanda-tanda rumah mau roboh terasa, mereka berlarian menyelamatkan diri.

Sementara orang-orang yang mampu berlari itu berada di luar, Azka, bayi berusia empat bulan masih berada di dalam rumah. Ede pun buru-buru masuk ke dalam rumah.

Saat ditemukan di kamar depan, tubuh Azka sudah dipenuhi pasir dari tembok yang roboh.

Untungnya, bantal yang menghimpit tubuhnya menghalangi material-material bangunan yang berjatuhan. “Alhamdulillah, tapi badannya sudah penuh dengan serbuk pasir,” katanya.

Keluarga Ede yang perempuan mengungsi ke rumah tetangga, Sementara para lelaki mendirikan tenda dari terpal di halaman rumahnya. Rumah Ede sudah tidak bisa ditempati lagi.

Penghasilan Ede sebagai buruh tani dan anak-anaknya yang hanya bekerja serabutan kesulitan mencari biaya untuk perbaikan rumah. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.