Rumah Aqiqah Garut Tingkatkan Konsumsi Daging di Pedesaan

43
0
SERAHKAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman bersama tim Rumah Aqiqah menyerahkan domba kepada warga yang akan akikah di Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang, kemarin. Yana Taryana / Rakyat Garut

SAMARANG – Rumah Aqiqah meluncurkan program Akikah Berbagi di Desa Sirnasari Kecamatan Samarang, Senin (28/9). Dalam peluncuran program ini, Rumah Aqiqah memotong 56 ekor domba yang dibagikan ke masyarakat di Samarang dan Pasirwangi.

Direktur Utama Agro Surya Hasan Al Basna menyebut Akikah Berbagi itu dilakukan agar masyarakat mau berakikah walau terjadi pembatasan sosial. “Ini jadi solusi untuk menunaikan ibadah akikah tanpa menghadiri kerumunan,” terangnya.

Baca juga : 47 Warga Garut Meninggal Selama Pandemi Corona

Dalam penyaluran Akikah Berbagi ini, kata dia, pihaknya memilih wilayah pedesaan. Hal itu dilakukan, karena wilayah pedesaan sekarang ini mengalami defisit daging. Sementara di perkotaan surplus.

Hasan berharap, dengan penyaluran ke desa ini, diharapkan bisa meningkatkan gizi masyarakat. Pihaknya juga ingin berkontribusi untuk mengatasi kesenjangan konsumsi daging di kota dan desa.
“Kami juga bekerja sama dengan peternak dari Pasirwangi. Roda ekonomi bisa tetap berjalan di tengah pandemi ini. Gizi masyarakat juga bisa lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan, tingkat konsumsi daging antara wilayah desa dan kota di Kabupaten Garut cukup terjadi kesenjangan. Di pedesaan, masih banyak masyarakat yang jarang memakan daging.

Di perkotaan, kata dia, tingkat konsumsi daging berdasarkan data BPS surplus hingga 80 ribu. Beda halnya dengan desa yang tingkat konsumsinya defisit 75 ribu.

“Kebutuhan akan daging itu sangat besar. Tapi menurut BPS tingkat konsumsi daging itu masih sangat rendah,” ujar Helmi saat membuka program Aqiqah Berbagi, kemarin. Menurutnya, masyarakat di pedesaan kerap memakan daging dari hasil hewan peliharaan.

Baca juga : 6 Wilayah di Garut Berlakukan PSBM 2 Minggu, Efektif Tekan Penularan Covid-19

Bukannya membeli di pasar. Bila ditinjau dari sisi hitungan, tingkat konsumsi dagingnya masih sangat kurang.

“Masalahnya di daya beli, apalagi saat pandemi Covid-19 ini daya beli sangat terpuruk. Caranya dengan mengembalikan ekonomi masyarakat tapi dengan memperhatikan protokol kesehatan,” katanya. Helmi mengatakan, adanya bantuan dari berbagai pihak bisa membantu tingkat konsumsi masyarakat. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.