Rumah Ayah yang Hamili Anak Kandungnya di Kawalu Kota Tasik, Sempat Dirusak Warga Sekitar

7508
0
KOSONG. Rumah pelaku inses di Kawalu, Kota Tasikmalaya kini sudah tidak dihuni oleh pemiliknya, Jumat (17/1). Diketahui rumah pelaku sempat diamuk massa oleh warga sekitar, hingga jendela kaca depannya pecah. Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

TASIK – Apa yang dilakukan Keong (44) yang menghamili putrinya sendiri hingga melahirkan, membuat warga sekitar rumahnya kaget dan marah.

Sebab di lingkungan tersebut, ayah lima anak itu dikenal sebagai pribadi yang alim.

Salah seorang tetangga pelaku, Umi (47) mengatakan Keong merupakan orang yang taat beribadah.

Dia pun sering mendengar ketika pelaku memberikan tausiyah untuk anak-anaknya.

“Suka jadi imam di masjid, ngajinya pun sangat bagus,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (17/1).

Baca juga : Korban Inses (hubungan seks sedarah) Terus Dipulihkan

Maka dari itu, dia sangat tidak menyangka tetangganya bisa melakukan perbuatan sekeji itu. Terlebih yang dizinahi adalah anak kandungnya sendiri.

“Saya sampai kaget waktu tahu dia (pelakunya, Red) yang menghamili anaknya, karena tidak nyangka bisa begitu,” tuturnya.

Namun demikian, keluarga Keong memang cenderung tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga.

Sebagai tetangga pun, dia hampir tidak pernah berinteraksi baik dengan Keong atau pun anak dan istrinya. “Sama saya yang tetangganya saja jarang ngobrol,” katanya.

Terkait korban (anak pelaku, Red), Umi memang sering melihat korban keluar rumah menemui ayahnya (pelaku) di tempat service jam di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Namun secara fisik, kata Umi, korban meski masih remaja memang tidak terlihat sedang hamil.

“Perutnya juga kelihatan kecil, suka pakai celana jeans, sama sekali enggak seperti hamil,” terangnya.

Ketua RW setempat, Jenal Mustofa mengatakan Keong dan keluarganya merupakan warga pendatang dari Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Sementara istrinya orang Kawalu (di kampung berbeda).

Enam Tahun lalu, Keong dan keluarga membeli rumah dan menetap sebagai warganya. “Dulu anaknya masih empat, selama di sini nambah dua anak lagi,” katanya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.