Rumah Bantuan Rutilahu yang Ambruk di Kota Banjar Harus Dievaluasi

101
0
RUMAH AMBRUK. Lurah Banjar Irfan Fauzi (kiri) berbincang dengan ketua RW, RT dan Ade Uju. Ambruknya rumah harus menjadi bahan evaluasi. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
RUMAH AMBRUK. Lurah Banjar Irfan Fauzi (kiri) berbincang dengan ketua RW, RT dan Ade Uju. Ambruknya rumah harus menjadi bahan evaluasi. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Ambruknya rumah dari program rumah tidak layak huni (rutilahu) bantuan Provinsi Jawa Barat di Lingkungan Pintu Singa Kelurahan/Kecamatan Banjar harus jadi bahan evaluasi dan pembelajaran bersama. Hal itu dikatakan aktivis mahasiswa Fery Heryanto.

Dia berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Untuk mengantisipasi hal itu supaya tidak terjadi, pihak terkait harus lebih peka dan aktif melakukan pengawasan. Jika memang tidak sesuai spesifikasi jangan diteruskan, karena bisa berdampak buruk nantinya,” ujarnya Kamis (6/2).

Baca Juga : Dewan Kota Banjar Selidiki Rumah Bantuan Rutilahu Banprov Jabar yang Ambruk, Polisi?

Tidak hanya itu, kata dia, ambruknya rumah tersebut harus menjadi cerminan bagi pengelola dan penerima manfaat nantinya dalam membangun rumah. Harus lebih memperhatikan kaidah-kaidah konstruksi pembangunan dan keselamatan bagi penghuninya.

“Percuma bangun rumah jika tidak aman dan nyaman, karena itu merupakan salah satu tujuan dibangunnya suatu hunian,” kata dia. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.