Rumah Bos PCC di Tasik Digeledah

291
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA TEMUAN PIL BIRU. Anggota BNN Kota Tasikmalaya menghitung pil yang disita dari rumah Ronggo di Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Selasa (5/12).

Ribuan Pil Biru Disita, Data Transaksi 2 Miliar
TASIK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya melakukan penggeledahan di rumah SA alias Ronggo, tersangka bos pabrik pil PCC Selasa (5/12). Di kediaman mewah di Kampung Balananjeur Desa Pagersari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, petugas BNN menyita 5.535 butir pil biru dan data transaksi uang masuk dan keluar dengan total jumlah Rp 2 miliar.

Kepala BNN Kota Tasikmalaya H Tuteng Budiman menjelaskan pihaknya baru-baru ini memang sedang melakukan penyelidikan terkait peredaran obat keras. Tanpa sepengetahuannya, BNN pusat mengamankan warga Tasikmalaya, Ronggo dan tiga orang pria asal Tasik lainnya. Mereka diduga memproduksi pil PCC di Semarang. “Kita datang ke sana (ke rumah Ronggo, Red) dan cari informasi juga,” tuturnya di tempat kerjanya, Selasa (5/12).

Menurutnya, BNN pusat sebelumnya hanya melakukan penangkapan di Pagerageung, tanpa penggeledahan di rumah Ronggo. Untuk itu, pihaknya pun meminta izin kepada keluarga Ronggo untuk melakukan penggeledahan di rumah mewah yang memiliki kolam renang dan garasi luas itu. “Alhamdulillah keluarganya kooperatif dan di lokasi juga tidak ada police line jadi kita bisa punya akses,” tuturnya.

Dalam penggeledahan itu, kata Tuteng, BNN menemukan ada satu pil biru yang tergeletak di sebuah lemari di dalam kamar. Setelah diperiksa lebih lanjut ditemukan ribuan pil lainnya di dalam plastik yang dikemas lagi dengan kardus bekas air mineral. Jumlahnya mencapai 5.535 butir. Jika diuangkan diperkirakan mencapai Rp 16 juta. “Tadinya hanya ditemukan satu, ternyata ada banyak sampai ribuan,” jelasnya.

Selain ribuan pil PCC, BNN juga menemukan lembaran faktur dan berkas transaksi uang masuk dan keluar di sebuah dashboard mobil di rumah Ronggo. Jumlahnya cukup bombastis, karena setiap transaksi jumlahnya ratusan juta sampai miliaran. “Omzetnya ternyata miliaran, ini di bulan Oktober saja. Totalnya sampai Rp 2 miliar,” katanya.
Barang bukti yang berhasil diamankan BNN Kota Tasikmalaya, kemarin diserahkan ke Polres Tasikmalaya Kota untuk diproses lebih lanjut. Polisi juga akan melakukan koordinasi dengan BPOM untuk memastikan kandungan dalam pil tersebut.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Hamzah Badaru kemarin bertemu dengan Kepala BNN Kota Tasikmalaya H Tuteng Budiman. Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota akan melakukan penyelidikan terkait ribuan pil yang ditemukan BNN di rumah Ronggo. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pengadilan untuk memusnahkannya. “Karena pelakunya kan sudah ditangkap, tapi kita akan lidik lagi jika memang ada kemungkinan PCC lainnya,” katanya.

Disinggung kemungkinan adanya peredaran pil PCC di Tasikmalaya, Hamzah belum bisa memastikannya. Namun, sejauh ini kepolisian belum pernah menemukan ada peredaran obat tersebut di wilayah hukumnya. “Selama ini kita belum pernah temukan peredarannya di Tasik,” ujar perwira pertama ini. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.