Rumah Potong Hewan di Kota Tasik Melempem

40
0
ilustrasi
Loading...

INDIHIANG – Aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) di bawah Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) menurun drastis. Pandemi menjadi salah satu faktor kuat produktivitasnya melempem.

Pantauan Radar, jarang terlihat ada aktivitas operasional pemotongan hewan di kawasan tersebut. Termasuk keluar masuk mobil yang membawa hewan ternak.

Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya, H Tedi Setiadi mengatakan bahwa RPH sampai saat ini masih beroperasi. Hanya saja aktivitasnya cenderung pada malam hari.

“Tidak vakum, sampai sekarang masih ada aktivitas,” ujarnya kepada Radar, Senin (8/2/2021).

Diakuinya, aktivitas pemotongan di RPH saat ini memang tidak banyak. Dalam sehari tidak lebih dari 10 sapi yang dipotong di tempat tersebut. “Masih ada, paling 7 ekor,” katanya.

loading...

Hal ini, menurutnya tidak lepas dari pengaruh pandemi di mana daya beli masyarakat terhadap daging sapi berkurang. Apalagi harganya pun kerap mengalami kenaikan.

“Dan kalau harganya naik, saya pun menyarankan warga untuk membeli daging beku saja,” katanya.Operasional rumah makan pun, kata dia, saat ini juga berkurang dan menurunkan kebutuhan daging sapi. Sehingga sapi yang dipotong pun otomatis ikut berkurang. “Apalagi pemotongan sapi juga bukan hanya di kita, tentu ada persaingan,” ujarnya.

Disinggung RPH tidak diperlukan lagi, menurutnya RPH harus tetap beroperasi. Karena itu merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang ingin memotong ternaknya. “Saya pikir tetap harus ada, karena kami tetap harus menyediakan pelayanan,” terangnya.

Menurut dia, aktivitas RPH bisa kembali normal setelah pandemi ini berlalu. Sehingga pelayanan bisa kembali prodiktif. “Kalau di hari normal, jumlah sapi yang dipotong bisa sampai puluhan setiap hari,” katanya.

Disinggung soal anggaran pemeliharaan dan operasional, dia tidak bisa menyebutkan. Pasalnya, hal itu berkaitan data sehingga harus mengecek berkas secara langsung. “Itu urusan teknis, tapi pemeliharaan tetap berjalan,” ujarnya mengakhiri wawancara. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.