Rumah Potong Hewan di Limbangan Dinilai Tidak Tepat

138
0

GARUT KOTA – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Garut menilai rencana pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Limbangan tidak tepat.

Hal itu karena lokasi yang digunakan kurang representatif untuk mengakomodir lebih banyak pedagang daging di Kabupaten Garut, terutama yang beraktivitas di wilayah perkotaan maupun Garut Selatan.

“Kalau pembangunan RPH di Limbangan kurang tepat. Sangat jauh dijangkau, sehingga tidak bisa mengakomodir pedagang daging di semua wilayah Garut,” ujar Bendahara APPSI Kabupaten Garut Ceceng Ali Nurdin kepada wartawan Jumat (3/1).

Menurut dia, jika dipaksakan dibangun di wilayah Limbangan, maka para pedagang daging di Pasar Samarang, Leles, Wanaraja, Kadungora, Cikajang dan Pameungpeuk tidak bisa menjangkau RPH itu.

”Nantinya yang ke sana hanya sebagian kecil saja yang ada di Limbangan. Sedangkan yang lainnya tidak karena bebannya terlalu berat. Tidak efektif dan efisien. Biaya akomodasi akan semakin mahal, waktu tempuh juga memakan waktu lama,” kata dia.

Sebaiknya, kata dia, Pemkab Garut memikirkan kembali rencana pembangunan RPH di Limbangan. Dia meminta pembangunan di lokasi strategis. Seperti perkotaan Garut.

“Misalnya wilayah Copong yang saya dengar pemda punya aset di sana dan mudah diakses lebih banyak pihak,” katanya.

Ceceng mengingatkan pembangunan RPH jangan sampai menjadi monumen. Ia berharap pembangunan RPH bisa membantu pedagang di Kabupaten Garut.

“Kalau yang di Pasar Ciawitali itu sudah kurang layak, di sana sudah padat untuk dipakai tempat pemotongan hewan. Makanya perlu dibangun di kawasan perkotaan yang lebih representatif. Kalau dibandingkan dengan di perkotaan potensinya berkali-kali lipat, ketimbang di sana,” tambahnya.

Pemerintah kabupaten, tambah dia, harus bisa membantu pedagang, terutama yang berskala kecil menengah.

“Tidak hanya itu, saya kira pembatasan peredaran daging (sapi, Red) beku impor harus dilakukan. Karena sekarang daging impor itu lebih mendominasi ketimbang lokal, itu menggerus pasaran para peternak lokal juga,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.