Rumah Singgah Belum Ideal

176
0
BELUM IDEAL. Rumah singgah Dinas Sosial di Jalan Letjen Mashudi Kecamatan Tamansari yang kondisinya belum ideal. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAMANSARI – Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki rumah singgah yang menyatu dengan Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Letjen Mashudi Kecamatan Tamansari. Namun demikian, pemanfaatannya sejauh ini masih minim.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya Eki S Baehaqi menyebutkan keberadaan rumah singgah yang dimiliki Pemkot belum ideal. Karena segala kebutuhan dilakukan di satu gedung.

“Baik yang diberi pelatihan kerja, anak-anak yang butuh pendampingan ditempatkan di gedung yang sama, jadi belum representatif,” ujarnya kepada Radar, Minggu (5/1).

Seharusnya, kata dia, dua kepentingan itu dilakukan di gedung yang berbeda. Karena khususnya upaya pendampingan akan sulit untuk dilakukan. “Harusnya dipisah antara BLK dengan rumah singgah,” tuturnya.

Selain itu, penanganan yang dilakukan pun cenderung formalitas saja. Karena pendampingan yang bisa dilakukan hanya sampai tiga hari saja. “Padahal upaya pendampingan dan pemulihan itu harus sampai tuntas, tidak cukup tiga hari,” terangnya.

Dalam hal ini, kata Eki, Dinas Sosial perlu mengalokasikan anggaran lebih untuk operasional rumah singgah. Dengan begitu upaya pendampingan akan memebrikan hasil yang lebih baik. “Jadi harus punya gedung khusus dan alokasi anggarannya diperbesar,” ujarnya.

Kekurangan tersebut diakui oleh Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya H Nana Rosadi. Ke depan dia berencana berkomunikasi dengan Bappeda untuk pembenahan rumah singgah.

“Kalau bangun dari awal mungkin berat, paling bangunan yang sekarang menyatu dengan BLK direhab jadi dua lantai,” tuturnya.

Terkait pendampingan di rumah singgah yang hanya mampu 3 hari saja, itu pun dibenarkannya. Persoalan itu dikarenakan anggaran yang terbatas. “Karena di rumah singgah itu kan ada biaya untuk makan dan kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Gabungan Anak Jalanan (Gaza) mendesak pemkot untuk mengaktifkan program rumah singgah. Hal ini bukan semata-mata untuk warga menjadi korban kejahatan, namun juga pemberdayaan masyarakat yang bermasalah secara sosial. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.