Rumah Singgah di Kota Tasik Sudah Sangat Dibutuhkan

79
0
KUNJUNGI. Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf mengunjungi rumah Mak Uho untuk memberikan bantuan, Sabtu (8/8). IST.

INDIHIANG – Kepekaan sosial dan semangat gotong royong sangat diperlukan di lingkungan masyarakat. Mak Uho (80), perempuan lanjut usia (lansia) warga Rangrang Jami merupakan salah satu potret masyarakat yang butuh bantuan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, H M Yusuf didampingi Kepala Dinas Sosial, H Nana Rosadi mengunjungi rumah Mak Uho, Sabtu siang (8/8).

Baca juga : Warga Bantarkalong Tasik Resah, Pasien Positif Covid-19 Berkeliaran

Dirinya memberikan santunan untuk keluarga tersebut sekaligus memastikan supaya Dinas Sosial melakukan perbaikan rumah Mak Uho.

H Yusuf menilai persoalan Mak Uho, menurutnya hanya contoh kecil saja dari potret masyarakat kurang mampu di Kota Tasikmalaya. Sangat memungkinkan masih ada warga lain dengan kondisi serupa.

“Kondisi seperti ini, tidak sedikit kemungkinan masih banyak,” ungkapnya kepada Radar.

Menurutnya, butuh kepekaan sosial dari warga setempat khususnya kepengurusan RT dan RW. Termasuk Camat dan Lurah di masing-masing wilayah, supaya bisa lebih memahami kondisi warganya.

“Ketika ada yang kesulitan, upayakan beri bantuan,” tuturnya.

Di sisi lain, kata Yusuf, kemampuan pemerintah punya keterbatasan dalam memberikan bantuan. Masyarakat juga harus bergotong-royong membantu warga yang kesulitan.

“Bantuannya bisa berupa tenaga atau pun bantuan materi,” katanya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya sebelumnya sudah berencana untuk membangun rumah singgah. Pihaknya akan berupaya merealisasikannya secepat mungkin.

“Kita harus segera memiliki rumah singgah,” terangnya.

Pasalnya, persoalan yang menimpa warga seperti Mak Uho bukan hanya sebatas ekonomi. Mereka perlu bantuan sosial berupa pendampingan dari pemerintah.

“Jadi ketika ada warga yang perlu dibantu, bisa dibawa ke rumah singgah dulu,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Mak Uho (80), tinggal di Rangrang Jami Kelurahan/Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Meskipun rumahnya merupakan bangunan permanen, namun kondisinya tampak tidak terurus.

Bagaimana tidak, lansia tersebut tidur di tengah rumah di mana berbagai barang menumpuk di ruangan tersebut. Perabotan rumah tangga dan tumpukkan pakaian terlihat berserakan.

Di usianya yang sudah uzur, Mak Uho sudah sakit-sakitan bahkan tidak bisa beraktivitas secara normal. Dia hanya bisa terbaring seharian karena kakinya yang bermasalah.

Mak Uho tinggal bersama anak semata wayangnya, Aep Saepudin (55). Pria berstatus duda itu kesehariannya bekerja sebagai satpam di sebuah perusahaan di Kota Tasikmalaya.

Aep Saepudin (55) mengatakan bahwa ibunya memang menderita stroke ringan. Sekitar dua minggu terakhir kondisinya memburuk sehingga tidak bisa berjalan. “Sebelumnya masih bisa jalan, sekarang sudah tidak bisa,” katanya.

Mengurus ibunya sendirian membuat dia cukup kewalahan, karena juga harus bekerja. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.