Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.4%

19.9%

7.3%

69.4%

Rumah Warga Desa Sukaraja Rajapolah Tasik Ini Sangat tak Layak Huni

319
0
DISANGGA. Delis menunjukkan bagian atap kamar tidurnya yang sudah bolong dan disangga menggunakan bambu supaya tidak ambruk, Senin (7/9). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

RAJAPOLAH – Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang belum bisa terselesaikan. Kondisi kemiskinan semakin menggerogoti warga di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap melemahnya perekonomian.

Delis (54), janda anak tiga warga RT/RW 01/02 Kampung Sukaruji Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah masih bergelut untuk bisa keluar dari kemiskinan.

Baca juga : Monayuta, Gadis Cantik Asal Salopa Tasik yang Sempat Hilang Akan Pulang Senin Sore

Namun, berbagai upaya yang dilakukannya pun dengan bekerja sebagai buruh serabutan belum bisa berbuah manis. Niatnya ingin memperbaiki rumah yang tidak layak huni pun belum kunjung terwujud.

Saat ini, Delis tinggal di rumah 9×4 meter bersama anak dan menantunya. Kondisi rumah yang dibangun puluhan tahun silam pun mulai memberi isyarat tak layak lagi.

Beberapa bagian rumah yang terbuat dari kayu mulai lapuk, atap bolong dan sebagian sudah disangga menggunakan bambu supaya tidak ambruk.

“Ini rumah panggung, karena penyangga awalnya sudah lapuk termakan usia. Jadi saya inisiatif menyangga menggunakan bambu supaya lebih kuat, karena kalau dibiarkan takut tiba-tiba ambruk,” katanya kepada Radar di rumahnya, Senin (7/9).

“Setiap hari tentunya kami merasa waswas, tidak tenang kalo lagi berada di dalam rumah. Apalagi ini rumah sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu dan bagian kayu sudah mulai lapuk. Pernah ketika ada angin besar bagian atap depan rumah bertebaran tertiup angin, untung saja tidak sampai membuat penghuni rumah celaka,” ujarnya, menambahkan.

Dia menjelaskan, rumahnya ini hanya memiliki satu kamar, ruangan keluarga dan dapur. Semua atapnya bolong dan penuh tambalan supaya tidak ada air hujan masuk.

“Walau sudah ditambal tetap saja kalau hujan pasti ada air yang masuk,” ujarnya, menjelaskan.

Kemudian, kata dia, bagian bilik dinding di kamar sudah banyak yang bolong. Sehingga ketika malam kondisinya cukup dingin, karena angin deras masuk ke dalam rumah melalui lubang-lubang di bilik yang sudah rusak.

Delis yang hanya bekerja serabutan mengaku tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya. Kesehariannya bekerja ketika ada tetangganya yang meminta untuk mencuci, setrika pakaian dan lainnya.

Upah yang didapat dari hasil menjadi buruh serabutan itu pun tidak menentu dan sangat jauh untuk bisa mencukupi perbaikan rumah.

“Untuk kerja serabutan itu tidak menentu, kadang setiap hari ada, kadang juga tidak. Terkadang satu minggu sekali, kadang sebulan sekali, tak menentu. Dari penghasilan buruh itu hanya untuk kebutuhan makan saja,” ucapnya.

Delis mengaku pasrah dengan keadaannya saat ini. Karena dengan mengandalkan penghasilan serabutan seperti ini cukup berat memperbaiki rumah sendiri.

Karena, kebutuhan sehari-hari untuk makan pun masih kurang.

Namun, Delis mengaku sempat ada harapan bisa memperbaiki rumahnya ketika ada dari aparat pemerintah yang mendata dan memfoto kondisi rumahnya.

“Kalau didata saya sering. Bahkan dimintai KTP, KK dengan alasan untuk bantuan bedah rumah. Namun, sampai saat ini belum ada yang terealisasi bantuan tersebut,” ujarnya, menjelaskan.

“Saya hanya pasrah dan berharap suatu saat bantuan tersebut bisa benar-benar diterima. Sehingga mimpi saya dan keluarga tinggal dan memiliki rumah yang layak dapat terwujud,” katanya, menambahkan.

Baca juga : Al Mutaqqin & SMAN 5 Kota Tasik Siap Gelar KBM Tatap Muka

Nia (45), tetangga Delis mengaku prihatin dengan kondisi ekonominya. Dia sudah janda, tinggal di rumah tidak layak huni dan penghasilan hanya mengandalkan sebagai buruh serabutan.

“Saya dan warga kasihan melihat kondisi rumahnya yang sudah tidak layak. Banyak bagian yang disangga menggunakan bambu supaya tidak ambruk. Kalau tak kunjung diperbaiki, khawatir tiba-tiba ambruk,” katanya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.