Rumah Yusuf Belum Bisa Diajukan Bantuan

21

RAJAPOLAH – Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah Andi Lala mengatakan rumah tidak layak huni milik Yusuf Nurfalah (12), warga Kampung Sukahurip belum bisa diusulkan mendapatkan bantuan. Karena status tanahnya belum jelas.

“Rumah yang pernah dihuni oleh Yusuf (karena sekarang sudah mengungsi ke rumah kakeknya, Red) itu merupakan pemberian dari almarhum Esih yang merupakan kaka dari ibunya Yusuf yakni almarhum Euis,” ujar Andi kepada Radar, Selasa (13/8).

Maka dari itu, kata dia, pemerintah desa belum bisa mengusulkan bantuan perbaikan rumah tidak layan huni milik Yusuf. Karena, status kepemilikan tanahnya sampai saat ini belum jelas.

Kata dia, saat ini Yusuf masih bersekolah di SD Negeri Tejamaya. Setelah ibunya meninggal, dia tinggal bersama kakeknya Umar, termasuk biaya sekolahnya pun ditanggung. “Menurut informasi, ibu Yusuf meninggal empat tahun lalu. Sedangkan ayahnya yang bernama Unik (45) masih ada dan sekarang berada di Maja Banten,” katanya.

Sebelumnya, Umar (70), kakek Yusuf mengatakan cucunya sekarang tinggal seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal. Awalnya, dia tinggal di rumah hampir ambruk bersama ibunya, tapi tiga bulan lalu ibunya yang bernama Euis Nurjanah pun meninggal. “Kalau tidak di rumahnya, di sering tinggal bersama saya. Karena rumahnya sudah tidak layak huni dan takut ambruk. Tapi terkadang suka memaksakan tinggal di rumah itu,” ujarnya kepada Radar, Senin (12/8).

Kata Umar, saat ini rumah itu hanya dibiarkan saja. Karena tidak mempunyai biaya untuk memperbaikinya. Mengingat, biaya Yusuf sekolah dan segala sesuatunya menjadi tanggungan Umar setelah kedua orang tuanya meninggal.

“Saat ini cucunya masih bersekolah. Namun, saya bingung karena keterbatasan biaya untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah seperti sepatu, buku, tas dan lainnya,” katanya.

Lanjut Umar, Yusuf saat ini sudah duduk di bangku kelas 6 SD. Namun, dia masih menggunakan pakaian dan perlengkapan sekolah waktu kelas 4. “Saya kasihan sekali pada Yusuf. Namun, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena sudah tak bekerja. Sekarang sehari-hari juga mengandalkan pemberian anak-anak,” ujarnya.

Dia mengaku iri ketika warga lainnya yang rumahnya nyaris ambruk cepat mendapatkan bantuan perbaikan. Sementara rumah anaknya yang kondisinya sudah tidak layak huni tak kunjung mendapat bantuan.

“Saya pasrah, rumah anak saya ini mau ambruk atau bagaimana pun. Karena sudah tak sanggup memperbaikinya. Mudah-mudahan ada donatur untuk kebutuhan Yusuf sekolah,” katanya, mengeluhkan.

Iwan (40), tetangga Yusuf mengaku prihatin melihat kondisinya yang sudah menjadi yatim piatu. Apalagi rumahnya sudah tidak layak huni dan nyaris ambruk. “Mudah-mudahan pemerintah terketuk hatinya untuk memberikan bantuan kepada Yusuf yang sudah menjadi yatim piatu,” harapnya.(obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.