Rutilahu Dari Per­waskim Kota Tasik Bukan untuk Warga Miskin

262
3

TAWANG – Program bantuan Rumah Tidak La­yak Huni (Rutilahu) dari Dinas Perumahan dan Ka­wasan Permukiman (Per­waskim) hanya sebesar Rp 15 juta. Bantuan ini bukan diperuntukkan bagi warga yang tergolong miskin. Namun ekonomi lemah.

Kepala Seksi (Kasi) Peru­mahahan Dinas Perwaskim Kota Tasikmalaya H Aried men­jelaskan bahwa ban­tu­an Rutilahu ini hanya meng­anggarkan Rp 15 juta untuk satu penerima. Dana terbatas itu hanya berupa stimulan dan tidak akan cukup untuk merehab rumah secara keseluruhan.

“Ini bantuan stimulan. Jadi tidak bisa kalau untuk memenuhi kebutuhan biaya perbaikan rumah,” tuturnya.

Maka dari itu bantuan rutilahu tidak ditargetkan untuk masyarkat miskin melainkan ekonomi rendah. Karena untuk ke kekurangan dari dana perbaikan rumah harus ditanggung secara swadaya olah keluarga penerima atau masyarakat di sekitar. “Jadi setidaknya penerima atau keluarganya harus punya penghasilan,” terangnya.

Disinggung warga miskin yang tidak punya penghasilan, kata H Aried, sulit jika harus dibantu dari program bantuan Rutilahu. Hal itu biasanya ditangani bantuan bedah rumah di luar program Dinas Perwaskim. “Biasanya ada dari Baznas atau lembaga lain,” tuturnya.

Kecuali, masyarakat di sekitar warga miskin tersebut punya tingkat swadaya tinggi dan berkomitmen untuk membantu, sehingga kekurangan perbaikan rumah bisa dilakukan secara gotong royong. “Biasanya itu di pelosok. Kalau di daerah kota sudah jarang,” katanya.

Dari data Perwaskim, tahun ini tercatat ada 12.504 rumah tidak layak huni yang tersebar di 10 kecamatan. Tahun ini baru 3.305 unit yang akan dan sedang diperbaiki melalui berbagai program pemerintah.

“Untuk program Rutilahu Kota ada 826 unit, selebihnya dari Provinsi, BSPS dan Bankeu Gubernur dan semuanya Rp 15 juta per unit,” katanya.

Pelaksanaannya dilakukan oleh panitia yang dibentuk oleh kelurahan. Panitia tidak diberikan upah tenaga melainkan operasional pengerjaan saja. “Kalau fasilitator ada, tapi kalau panitia tidak diberikan insentif atau upah,” terangnya.

Hal ini menjawab soal keluarga Endah sebagai penerima bantuan Rutilahu yang harus mencari dana tambahan untuk bisa merampungkan perbaikan rumahnya.

Sebelumnya menantu Endah, Ajid Muslim mengatakan bahwa pihaknya harus menjual sebagian tanah untuk mencukupi kekurangan dana perbaikan rumahnya. Hal itu karena dia tidak ingin bantuan dari pemerintah menjadi mubazir hanya karena tidak bisa menuntaskan perbaikan rumahnya.

”Tanah yang tadinya bekas dapur ya dijual karena masih kurang,” imbuhnya. (rga)

3 KOMENTAR

  1. Oh jadi paham skrg mh
    Anggarannya 15 jt
    Cmn nenek saya dapat 14,5 aja itu pun berupa barang
    Yg ditentukan oleh mereka ke satu toko saja
    Pertama sih bilang petugasnya dipotong 300 y buat kami, karna jasa kami ini bisa cair, kemudian eh ternyata dipotong lagi 200 rb ntah buat apa

    Over all
    Kami ucapkan hatur nuhun ka Allah terus k bapak2 petugas Pemda na

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.