Saat Pandemi, Emak-Emak Nekat Adu Senam Jumba di GOR Cikatomas Tasik, Ini Akibatnya..

3696
1
Radartasikmalaya
Aparat kepolisian dan tim Gugus Tugas Kabupaten Tasik membubarkan senam jumba di Cikatomas, Jumat (27/11) pagi. diki setiawan / radar tasikmalaya
Loading...

KABUPATEN TASIK – Diduga melanggar Protokol Kesehatan (Prokes), Kegiatan perlombaan senam Jumba di GOR PKBM Ibnu Hambal, di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, dibubarkan Polisi, Jumat (27/11).

Pembubaran tersebut dilakukan terhadap emak-emak komunitas olahraga senam Jumba sebanyak 80 orang asal Kecamatan Pancatengah.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana SIK mengatakan, semula pihaknya menerima laporan dari tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Cikatomas, bahwa ada keramaian di salah satu GOR olahraga di kecamatan tersebut.

“Ternyata kerumunan massa tersebut adalah komunitas olahraga yang sedang melaksanakan perlombaan senam Jumba,” ungkap Hendria kepada wartawan, di Mapolres Tasik.

Terang dia, perlombaan senam Jumba tersebut tidak memiliki izin kegiatan. Maka oleh kepolisian bersama tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Cikatomas dibubarkan.

Loading...

“Karena berkerumun dan melanggar protokol kesehatan, apalagi saat ini situasi dan kondisi Covid-19 di Kabupaten Tasik sedang meningkat dan merajalela,” terangnya.

Kerumunan orang yang mengikuti senam Jumba, lanjut dia, berjumlah kurang lebih 80 orang dari komunitas Jumba asal Kecamatan Pancatengah.

Dia menambahkan, upaya gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya termasuk didalamnya kepolisian terus melakukan operasi yustisi, untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

“Seperti contoh kegiatan-kegiatan masyarakat yang menimbulkan
kerumunan massa kita tertibkan. Kami himbau masyarakat tetap disiplin melaksanakan aktivitas sesuai protokol kesehatan,” tambahnya.

Ketua Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi menuturkan, jajaran gugus tugas Covid-19 Kecamatan Cikatomas bersama TNI/Polri sudah sesuai prosedur melaksanakan pembubaran terhadap kerumunan massa.

“Apalagi kegiatan tersebut melanggar protokol kesehatan, dan menurut informasi pelaksanaan kegiatan senam Jumba tersebut bisa ditertibkan dan dapat dibubarkan dengan aman serta kondusif,” jelasnya.

(diki setiawan/ rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Ampun ibu-ibu baca berita dong…!!! Kota Tasik melonjak lagi yg positive covid, kabupaten Tasik masuk Zona merah . Sudah sepuh bandel2 bukannya kasih contoh anak2/adek2 kita untuk menjalankan prokes supaya Covid tidak terus menyebar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.