Saat Pandemi, Retribusi Pedagang di Pangandaran Tidak Ditarik

106
0

PANGANDARAN – Akibat pandemi Covid-19, sektor perdagangan di Kabupaten Pangandaran cukup terdampak. Pendapatan para pedagang menjadi menurun.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak menarik retribusi dari para pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan bahwa kebijakan tidak menarik retribusi dari pedagang, sudah dilakukan sejak Juni 2020.

“Karena pendapatan pedagang menurun sampai 30 persen, akhirnya kami putuskan untuk tidak menarik retribusi waktu itu,” jelasnya Jumat (2/10/2020).

Baca juga : 2 Warga Pangandaran Positif Corona, Sepulang dari Kabupaten Tasik

Retribusi yang tidak ditarik adalah retribusi bangunan kios Rp 2.000, bangunan los Rp 1.500, dan bangunan PKL Rp 500.

“Kalau retribusi kebersihan itu bukan ranah kita. Itu ada di LH (Lingkungan Hidup). Jadi kebijakannya beda,” tuturnya.

Menurutnya, kunjungan ke pasar yang menurun juga sangat mempengaruhi pendapatan para pedagang pasar. Kemungkinan banyak yang khawatir dengan Covid-19.

“Ya pandemi ini memang memukul sektor perdagangan,” jelasnya.

Hingga September 2020, pendapatan pedagang cukup membaik, namun pihaknya belum akan menarik retribusi itu.

“Setelah dievaluasi kenaikan hanya sampai 60 persen dari pendapatan normal, kita juga merasa kasihan,” ucapnya.

Menurutnya, penarikan retribusi akan kembali dilakukan setelah pendapatan benar-benar normal dan tidak ada keluhan pedagang lagi. “Kita evaluasi terus, kita lihat sampai nanti normal lagi,” jelasnya.

Untuk menjaga agar virus corona tidak menular, maka semua pihak harus melaksanakan pola pencegahan 3 M: memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.