Saat PSBB, Pabrik di Kota Tasik Boleh Beroperasi

165
0
H M Firmansyah Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya

TASIK – Meski tengah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah Kota Tasikmalaya masih memberi kelonggaran untuk industri non perdagangan atau pabrik.

Namun operasionalnya memerlukan izin khusus dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Baca juga : Banyak Program Pemkab Tasik Dinilai Kurang Pro Rakyat

Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H M Firmansyah mengatakan untuk industri non perdagangan masih bisa beroperasi meskipun sudah diberlakukan PSBB.

Hanya saja perlu izin operasional dan mobilitas kegiatan industri. “Untuk pengajuan izinnya langsung ke Kemenperin melalui website-nya,” ujarnya kepada Radar, Kamis (7/4).

Hal ini sebagaimana surat edaran dari Kemenperin terkait pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat.

Hal ini guna membuat produktivitas perusahaan industri tetap bisa berlangsung.

Di Kota Tasikmalaya, tercatat ada tujuh perusahaan yang masuk kategori industri. Akan tetapi, belum ada satu pun yang mengajukan izin operasional khusus di masa kedaruratan kesehatan.

“Karena kalau kementrian sudah memberikan izin, nanti akan ada tembusan kepada kami, tapi sementara ini belum ada,” tuturnya.

Disinggung pengawasannya terhadap pabrik-pabrik di Kota Tasikmalaya di masa PSBB ini, pihaknya belum bisa memastikan.

Dalam waktu dekat, petugasnya akan melakukan Monitoring ke pabrik-pabrik tersebut. “Kalau belum ada izinnya ya tidak boleh dulu beroperasi,” ungkapnya.

Ada pun pabrik-pabrik yang akan diberi izin, tetap harus memberlakukan phsycal distancing.

Karena selain menjaga produktivitas industri, protokol kesehatan pun tidak boleh dikesampingkan. “Upaya pencegahan penyebaran virus tetap harus dilakukan,” katanya.

Hal ini mengakibatkan konsekuensi pengurangan karyawan dan memaksimalkan Works For Home (WFH).

Karena sebisa mungkin jumlah karyawan yang bekerja harus berada di batas minimal. “Jadi harus dibuat jumlah karyawan dan waktu operasionalnya seminimal mungkin,” terangnya.

Baca juga : OSIS SMK BK Kota Tasik Salurkan Masker & Hand Sanitizer

Firman mengimbau setiap manajemen industri bisa mematuhi kebijakan pemerintah selama PSBB. Setelah pandemi ini berakhir, maka operasional kerja pun bisa kembali berjalan normal.

“Sementara ini, kami minta semuanya bisa bersabar dan mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.