Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.2%

8.1%

67.5%

Saat PSBB, Warga Bawa Buku Nikah & Surat Sengketa Tanah Agar Bisa Masuk Ciamis

176
0
TUNJUKKAN SURAT NIKAH. Nesih (61) warga Tambaksari menunjukkan buku nikah ke petugas Posko PSBB Tambaksari. ISTIMEWA

CIAMIS – Berbagai kejadian lucu terjadi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai pos perbatasan di Kabupaten Ciamis. Karena takut disetop dan tidak bisa melintas, mereka memperlihatkan buku nikah dan sengketa tanah.

Anggota Tagana Kabupaten Ciamis Hadis Dede Sudrajat mengaku bahwa selama tugas di Posko PSBB di wilayah Perbatasan Kecamatan Tambaksari-Jawa Tengah adanya kejadian yang lucu.

Baca juga : Hujan Deras, GOR Tanjungmulya Panumbangan Ciamis dan Tenda Posko PSBB Roboh

Pada Minggu (10/5) sekitar pukul 10.00, dia memberhentikan pengendara sepeda motor bebek yang berboncengan.

Saat ditanya, mereka menjawab baru arisan keluarga dari Jawa Tengah. Mereka akan pulang ke rumahnya di Tambaksari, Ciamis.

Mereka mengaku suami istri, Engkus (64) dan Nesih (61). Keduanya warga Dusun Sindangrasa RT 05/15 Desa Sindangrasa Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Mereka mengeluarkan buku nikah dan KTP untuk membuktikan mereka pasangan suami-istri.

“Sontak para penjaga pos juga ketawa sempat-sempatnya mereka sampai bawa buku nikah segala, makanya banyak petugas ketawa, hingga mereka pun kami loloskan dan tetap kami data,” paparnya, Minggu (10/5).

Hadis menyampaikan bahwa memang bila ada sepeda motor yang dipakai berboncengan dan bukan suami istri, sesuai aturan PSBB akan dibalikkanankan.

Terkecuali kalau satu KTP, satu alamat atau satu tujuan atau suami istri, makanya yang dirinya razia satu ini katanya daripada dipersulit atau diturunkan, makanya inisiatif bawa kartu nikah segala.

“Bahkan saya foto juga saat memberikan kartu kawin tersebut,” papar Hadis sambil tersenyum.

Dihubungi terpisah, anggota Tagana Ciamis Yuli Eka menjelaskan saat penjagaan di Posko PSBB Jalan Cirahong-Tasikmalaya, dia mendapati seorang laki-laki berusia sekitar 60 tahun menggunakan motor dan diberhentikan.

Ditanya tujuannya ke Ciamis, dia mengaku sedang mengurus persoalan tanah.

Saat ditanyakan surat jalan yang membolehkan masuk ke Ciamis? Dia lantas menyodorkan surat.

“Namun saat saya baca suratnya bukan surat jalan, namun justru malahan menunjukkan surat penjanjian hitam di atas putih sengketa tanah. Jelas lucu dan dia pun akhirnya tetap tidak boleh dan harus balik kanan,” jelasnya.

Dihubungi terpisah lagi, anggota Tagana Ciamis Uju Surman yang menjaga Posko Kecamatan Purawadadi Kabupaten Ciamis sekitar pukul 03.00 menemukan belasan pemuda yang tengah menakol bedug secara bergerombol.

Baca juga : Diduga Mencuri 8 Ekor Ayam, Kakek Warga Panawangan Ciamis Tewas Usai Dihajar Warga

Mereka tidak mengenakan masker. Makanya anggota TNI dan polisi serta Tagana memberhentikan mereka dan menyuruh ke Posko. Mereka lalu diberikan pengarahan agar menggunakan masker, karena saat ini lagi pandemi corona.

“Karena mereka mengindahkan aturan PSBB maka belasan pemuda itu, kami push up-kan di tempat dan setelah itu disuruh pergi dan harus pakai masker,” tuntasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.