Pesantren Ramadan SMK Mitra Batik

Saat Puasa, Pelajar Harus Lebih Giat Mencari Ilmu

136
0
SALAT DUHA. Siswa-siswi Kelas XI SMK Mitra Batik Tasikmalaya melaksanakan Salat Duha di Lapangan Sekolah pada pelaksanaan Pesantren Ramadan, Senin (21/5).
Loading...

TASIK – SMK Mitra Batik Tasikmalaya mendorong siswa-siswinya untuk lebih giat mencari ilmu dalam pelaksanaan Pesantren Ramadan.

Kepala SMK Mitra Batik Tasikmalaya Drs Dede Sumia MMPd menuturkan selama Ramadan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Namun, menjadi peluang besar untuk lebih banyak mengerjakan aktivitas positif. Karena pahalanya berlipat ganda.

“Kalau alasannya ngantuk dan lemas karena lagi puasa, itu bukan alasan. Tapi walaupun puasa, belajar harus tetap semangat dan pesantren Ramadan ini sebagai fasilitas untuk tingkatkan kualitas diri dengan dalami ilmu agama yang lebih,” tuturnya, Senin (21/5).

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan Drs Slamet MPd mengatakan untuk Pesantren Ramadan semua siswa wajib ikut. Namun, karena jumlah kelasnya banyak, pelaksanaannya dibagi menjadi satu sesi.

“Jadi minggu pertama untuk kelas XI dan minggu kedua untuk kelas X. Setiap kelasnya ada mentor yang bertanggung jawab dan untuk mentor ini kita kerja sama dengan alumni sekolah dan mentor dari para mahasiswa,” terang Slamet.

Loading...

Adapun materi yang disampaikan adalah yang berkaitan dengan akhlakkul karimah atau akhlak yang baik dalam keseharian, etika terhadap orang tua, guru dan juga kepada sesama.

“Apalagi di minggu pertama bulan Ramadan atau 10 hari pertama ini adalah rahmat Allah, kasih sayang Allah sehingga harus dimanfaatkan untuk mendekatkan diri pada Allah dengan aktivitas yang baik sehingga mendapat rahmat dari Allah,” ungkapnya.

Pesantren Ramadan di samping bertujuan menumbuhkan semangat mencari ilmu, juga menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. “Sekarang remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan yang kurang baik.

Sehingga menjadi rusak. Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa yang menggenggam masa depan. Jika dari saat ini rusak bagaimana dengan nanti. Sehingga ini diharapkan menjadi bekal dalam rangka pembentukan karakter yang baik,” tuturnya.

Oleh sebab itu, jelas dia,, sebelum materi disampaikan dilaksanakan Salat Duha bersama-sama di lapangan. Kemudian tilawah Alquran dan lanjut dengan materi yang disampaikan oleh mentor sampai zuhur. Lalu Salat Zuhur berjamaah. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.