Saatnya Berprestasi

11

JAKARTA – PSSI resmi menunjuk Simon McMenemy sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia mulai tahun 2019. Selain Simon, Federasi Sepak bola Indonesia memilih Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U-22 dan Bima Sakti pelatih Timnas U-16.

Keputusan ini diambil berdasarkan rapat Komite Eksekutif (Exco) pada Kamis (20/12) di Hotel Sultan, Jakarta. Simon akan dikontrak selama dua tahun hingga Piala AFF 2020, sementara Indra Sjafri dan Bima Sakti selama satu tahun serta ada opsi perpanjangan.

“Untuk pelatih Timnas U-19, dalam waktu dekat PSSI akan segera mengumumkan namanya,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono usai menggelar jumpa pers Jumat (20/12).

Joko mengatakan dipilihnya Simon bukan proses yang mudah, ia menyebut nama tersebut dijaring dalam sebulan terakhir.

“Ada dua-tiga poin sebelum kita putuskan.

Target Timnas, kedua resource menyangkut daya dukung dan pola kompetisi, termasuk finansial kami untuk mendukung program dari dua target itu, muncul pelatih. PSSI menggodok beberapa nama, dan akhirnya Simon fit dengan target yang disebutkan, dengan catatan dan track record ada note, dan fit dengan target,” kata Joko Driyono.

Simon yang notabene asal Skotlandia bukan wajah asing di sepak bola Tanah Air, karena merupakan pelatih dari Bhayangkara FC pada musim kompetisi Go-Jek Liga 1 2018, dan mampu mempersembahkan trofi Liga 1 2017. Sebelumnya ia pernah menangani tim Mitra Kukar, Pelita Bandung Raya, dan Timnas Filipina.

Demikian juga dengan ditunjuknya Indra Sjafri menakhodai U-22. “Kami ingin berkesinambungan antara Timnas U-19 dan U-22. Jadi kami tunjuk Indra, supaya nantinya bisa diproyeksikan mengikuti Olimpiade Tokyo,“ tambah pria yang juga Wakil Presiden AFF tersebut.

Joko menjelaskan ada gagasan PSSI untuk Timnas U-16 dan U-19 yang tidak hanya sekadar diisi oleh 30 pemain. Tapi talent pool 100 pemain yang terbagi ke dalam tiga kelompok. “Bahwa U-16 dan U-19 fase perkembangan, penting mengangkat piala, dan tidak meninggalkan talenta yang ada. PSSI minggu depan, bahkan besok, akan berkoordinasi intensif dengan coach Indra, diharapkan akhir tahun ini sudah mendapatkan program. Tapi PSSI punya rancangan program, awal Januari sudah go on,” tukas Joko.

Sementara ditunjuknya Bima Sakti sebagai pelatih Timnas U-16 secara kualifikasi dinyatakan mampu mencari pemain, mengarahkan dan membentuknya sesuai karakter timnas U-16.

Meski dinyatakan kontraknya hanya setahun, besar kemungkinan Bima Sakti yang sebelumnya melatih Timnas Senior di Piala AFF 2018 akan berada cukup lama di timnas U-16. “Bisa saja dua atau tiga tahun di timnas U-16,” tutur Joko

Untuk tahun 2019, Timnas Indonesia Senior akan meng­hadapi event kualifikasi Piala Du­nia dan Asia pada September mendatang. Selain itu di bulan Maret ada FIFA Match Day. Sementara, Timnas U-22 akan menghadapi tiga turnamen yakni Piala AFF U-22 di bulan Februari, Kualifikasi AFC U-23 bulan Maret dan SEA Games pada November mendatang. (kim/psi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.