BI Gandeng Ulama Tekan Inflasi

Saatnya Bijak Berbelanja

315
0
SILATURAHMI. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji, Wakil Wali Kota Tasikmalaya HM Yusuf dan para ulama foto bersama usai silaturahmi di Masjid Agung Tasikmalaya, Kamis (10/5).
Loading...

TASIK – Untuk mengendalikan tekanan inflasi menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1439 H. Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Tasikmalaya dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya melakukan terobosan kerjasama menggandeng para ulama melalui kegiatan silaturahim di Masjid Agung Tasikmalaya, Kamis (10/5).

Kegiatan bertema Ramadan Mubarak Tingkatkan Ketaqwaan, Kendalikan Hawa Nafsu dan Bijak Belanja ini dihadiri jamaah dari Pondok Pesantren, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan perkumpulan pengajian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan data inflasi Kota Tasikmalaya selama ini menunjukkan tingginya tekanan harga selama Ramadan hingga Idul Fitri, salah satunya dipicu oleh peningkatan permintaan masyarakat.

”Inflasi itu tidak semata terkait pasokan dan permintaan komoditas, inflasi juga terkait perilaku masyarakat. Perilaku konsumsi yang berlebihan ini memacu peningkatan inflasi,” jelas Heru.

Dari pengamatan BI selama bertahun-tahun, peningkatan inflasi saat Ramadan naik rata-rata 0,5 sampai 0,6 dengan penyumbang inflasi dari volatile food  atau komoditas pangan. ”Inflasi Kota Tasik pada April 2018 ini di angka 3,49 (yoy), menurun dibanding Maret 2018 di angka 4,16 (yoy). Namun angkanya bisa jadi naik saat Ramadan nanti, makanya kami berupaya untuk menjaga inflasi ini tetap terkendali,” ujarnya.

Loading...

Salah satunya dengan mengajak ulama sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat agar bijak berbelanja. ”Peran ulama menjadi sangat strategis karena dapat mempengaruhi persepsi maupun ekspektasi masyarakat, khususnya terkait pola konsumsi yang tidak berlebihan sehingga tercipta kestabilan harga,” ujarnya.

Dalam silaturahmi yang juga dihadiri penceramah Ustadz Abdurahman Yuri (Aa Deda) ini disepakati bahwa para ulama akan mendukung upaya pengendalian harga dan pola konsumsi yang disampaikan melalui ceramah, khutbah maupun pengajian.

Himbauan moral tersebut akan terus disuarakan sebagai bentuk upaya bersama menjaga stabilitas perekonomian, mengendalikan inflasi sekaligus sebagai dakwah.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya HM Yusuf mengimbau masyarakat untuk lebih bijak berbelanja serta mampu mengelola keuangan selama Ramadan dan Lebaran. ”Ramadan itu harusnya meningkatkan ibadah dan mengendalikan hawa nafsu. Jangan konsumstif, jangan berbelanja berlebihan karena akan menimbulkan lonjakan inflasi, ” himbaunya. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.