Melilla vs Madrid

Saatnya Move On

5

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

MELILLA – Pelatih Julen Lopetegui sudah dipecat. Tidak ada alasan, Real Madrid harus move on saat mereka menghadapi tim kasta ketiga Spanyol, UD Melilla di leg pertama babak 32 besar Copa del Rey, dini hari nanti.

Lopetegui yang menderita empat kekalahan dari lima laga berturut-turut di La Liga secara resmi dicopot dari jabatannya, Selasa, 30 Oktober, kemarin.

Mantan pelatih Tim Nasional Spanyol itu dilengserkan sehari setelah kekalahan 1-5 di El Clasico.

Untuk duel kontra Melilla, Sergio Ramos dan kawan-kawan akan dipimpin pelatih sementara Santiago Solari. Situasi kontrak Antonio Conte dengan Chelsea yang belum kelar serta perbedaan pendapat yang jelas tentang uang dan strategi membuat Solari untuk saat ini harus memimpin Los Blancos.

“Dewan Direksi memahami bahwa ada ketidakseimbangan yang besar antara kualitas staf Real Madrid, yang memiliki delapan pemain yang dinominasikan untuk Golden Ball, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub, dan hasil yang diperoleh hingga saat ini,” demikian pernyataan Madrid.

“Klub berterima kasih kepada Julen Lopetegui dan semua tim teknisnya atas upaya dan kerja mereka dan mengharapkan yang terbaik dalam karier profesional mereka. Lopetegui akan digantikan sementara oleh Santiago Solari,” lanjut pernyataan yang dikutip dari Football Espana itu.

Terlepas dari siapa yang mengendalikan tim, laga kontra Melilla di Alvarez Claro Stadium harus bisa dimenangkan Madrid.

Paling tidak, kemenangan di salah satu dari dua kota Spanyol yang dihuni secara permanen di daratan Afrika itu akan menjadi legitimasi untuk pemberhentian Lopetegui.

“Kita harus menghormati keputusan yang dibuat dari atas. Kami harus membalik halaman. Ini bukan saatnya untuk menunjuk jari pada siapa pun. Ada banyak hal untuk direnungkan. Kita harus menegakkan kepala kita dan bekerja keras,” kata Sergio Ramos.

Gelandang Madrid, Casemiro juga mengingatkan rekan setimnya bahwa mereka harus bisa bangkit dan melupakan rentetan hasil buruk.

Bagi pemain internasional Brasil itu, hasil minor mereka belakangan ini bukan hanya karena taktik pelatih yang kurang pas.

“Ini bukan hanya tentang sikap atau taktik: itu segalanya. Para pemain harus berlari lebih banyak, bertempur lebih. Kami tidak bisa menyalahkan pelatih karena kami yang mengenakan kaos di lapangan,” tegas Casemiro di Marca.

Di kubu Melilla, mereka bertekad memanfaatkan pertandingan ini untuk memperkenalkan kota berpenduduk 86 ribu itu ke dunia.

Bagi pelatih, Luis Miguel Carrion menghadapi juara Liga Champions seperti keajaiban bagi kota Melilla dan mereka akan berusaha memberi hiburan terbaik.

“Kami senang untuk kota, itu adalah mimpi untuk mencapai babak ini. Tim terbaik di Eropa musim lalu akan datang dan kami akan menunjukkan bahwa kami tahu cara berkompetisi,” kata Luis Miguel Carrion.

Jelang duel ini, tuan rumah bermain imbang 0-0 kontra FC Jumilla. Makanya, sang pelatih berharap bisa mengasah ketajaman anak asuhnya.

Meski begitu, Melilla punya rekor kandang bagus. Dalam tujuh laga terakhir, mereka tidak terkalahkan dengan memenangi enam pertandingan di antaranya. (fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.