Saber Pungli Kota Banjar Buru Dua Oknum LSM, Gara-Gara Ini..

3194
0
Kompol Drs Ade Najmuloh
Kompol Drs Ade Najmuloh

BANJAR – Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Kota Banjar Kompol Drs Ade Najmuloh mengaku tengah memburu dua oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Diduga keduanya telah melakukan praktik pungutan liar ke sejumlah pertokoan dan para pedagang di Pasar Banjar.

UPP Saber pungli kini masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari para pedagang yang menjadi korban pungutan olah dua oknum LSM tersebut.

“Kami sedang mengumpulkan bahan keterangan terkait adanya dugaan pungutan liar yang mengatasnamakan LSM. Fakta-fakta di lapangan, kedua oknum LSM berjenis kelamin perempuan paruh baya tersebut mengatasnamakan peduli lingkungan hidup dalam meminta sumbangan kepada para pedagang. Petugas Pokja Intelijen UPP Saber Pungli Kota Banjar telah melakukan pengumpulan bahan keterangan dari Kesbangpol Kota Banjar, bahwa LSM itu tidak terdaftar di Kesbangpol Kota Banjar,” kata Ade Senin (27/7).

Baca Juga : Izin ke Istri Mau BAB, Anggota Linmas Mulyasari Kota Banjar Malah Gandir di Pohon Kelapa

Hasil pengumpulan keterangan dari para korban, pihaknya mendapati di sepanjang Jalan Tentara Pelajar ditemukan beberapa korban yang mayoritas pedagang sebanyak lima orang dengan besaran pungutan yang bervariatif antara Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Kemudian di sekitar Pasar Banjar dengan besaran yang sama.

Menurut Ade, sebagian toko di Jalan Tentara Pelajar tersebut tidak mau memberikan iuran. Dalam aksinya, kedua perempuan tersebut memberikan kuitansi lengkap dengan stempel dan tanda tangan kepada para korban yang memberikan uang Rp 20 sampai Rp 30 ribu.

“Dalam melancarkan aksinya oknum LSM tersebut tidak bisa menjelaskan kepada korban keperluan secara detail peruntukan iuran tersebut dan dasar hukum pungutan tersebut, sehingga tidak sedikit warga yang tidak memberikan iuran,” katanya.

Ia menambahkan UPP Saber Pungli Kota Banjar terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengumpulkan bahan keterangan terhadap korban untuk mencari keberadaan para pelaku.

“Kepada warga masyarakat untuk tidak mudah percaya dan jangan melayani kepada setiap orang yang melakukan pungutan atau iuran atau sumbangan tanpa dasar yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Pungutan ini sudah cukup meresahkan,” jelas Ade. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.