Petugas Rutan Klas II Garut Sukses Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Sabu-Sabu Dimasukkan ke Mi Instan

251
0
GAGALKAN PENYELUNDUPAN SABU. Kepala Rutan Klas II B Garut Sukarno Ali saat memberikan keterangan terkait aksi menggagalkan penyelundupan sabu-sabu di Rutan Garut Rabu (23/5). Sabu-sabu tersebut dibawa pembesuk dan dimasukkan ke dalam mi instan. (yana taryana / radartasikmalaya.com)
Loading...

GARUT KOTA – Petugas keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Garut berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam Rutan. Narkotika itu dibawa seorang pembesuk.

Kepala Rutan Klas II Garut Sukarno Ali mengatakan aksi penyelendupan narkoba jenis sabu ini dilakukan pembesuk berinisial Ro (45) Selasa (22/5) sekitar pukul 13.15. Saat itu Ro hendak menjenguk salah satu warga binaan DS. Dia membawa sejumlah makanan.

“Pelaku ini membawa bungkusan berisi enam bungkus mi instan, lima bungkus kopi, satu bungkus rokok, dua bungkus nasi dan satu bungkus lauk pauk,” terangnya kepada wartawan, Rabu (23/5).

Sebelum diserahkan kepada warga binaan, kata dia, seperti biasa barang yang dibawa pembesuk ini diperiksa dulu oleh petugas keamanan sesuai dengan standard operating procedure (SOP). Saat pemeriksaan berlangsung, petugas curiga dengan salah satu barang yang dibawa Ro.Yakni satu bungkus mi instan.

“Setelah dibuka, petugas menemukan bungkusan bening diduga sabu yang direkatkan dengan bumbu mi instan,” terangnya.

Loading...

Adanya temuan tersebut, lanjut dia, pihaknya melakukan pemeriksaan dan setelah diperiksa bahwa barang yang dibawa Ro merupakan narkoba jenis sabu seberat satu gram.

“Kami segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat,” terangnya.

Kemudian, kata dia, Tim Satuan Narkoba Polres Garut langsung melakukan pemeriksaan terhadap pembesuk dan warga binaan yang berkaitan dengan pengiriman makanan tersebut.

“Setelah diinvestigasi, warga binaan itu mengaku memesan untuk diantarkan sabu menggunakan mi instan,” terangnya.

Dia menerangkan, warga binaan tersebut baru saja mendekam di jeruji Rutan Kelas IIB Garut pada pekan lalu karena kasus penyalahgunaan narkoba.

“Kami serahkan kepada aparat kepolisian untuk proses selanjutnya,” terangnya.

Sukarno menegaskan, dengan adanya kejadian ini pihaknya akan lebih memperketat pengamanan terhadap para pembesuk.

“Saya sudah instruksikkan kepada seluruh petugas pintu utama untuk meningkatkan pemeriksaan barang bawaan pembesuk,” paparnya.

Dia mengakui bahwa para warga binaan kerap berkomunikasi menggunakan telepon selular dengan orang di luar tanpa sepengetahuan pihaknya. Biasanya para warga binaan ini suka memesan untuk diantarkan narkoba dengan berbagai cara.

Dengan adanya tindakan begitu, kata dia, pihaknya akan melakukan metode jammer atau menghilangkan sinyal telepon genggam di dalam Rutan.

“Kalau di-jammer para warga binaan tidak dapat berkomunikasi dengan pihak luar,” katanya.

Sukarno menerangkan, aksi penyelundupan narkoba ke dalam Rutan menggunakan media barang dan makanan ini memang sering terjadi. Sebelumnya juga pernah terungkap.

“Yang pernah diungkap, disembunyikan di sikat cuci, saku celana dan mi instan,” katanya.

Agar kasus penyelundupan narkoba tak terulang, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat ataupun keluarga warga binaan untuk tidak memuluskan keinginan para warga binaan ini berbuat tindakan yang melanggar hukum.

“Kami harapkan ada kerja samanya dengan pihak keluarga warga binaan untuk tidak lagi mendengarkan keinginan para warga binaan yang melanggar hukum,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.