Sabu-Sabu Dominasi Peredaran Kasus Narkoba di Kota Tasik

104
0
radartasikmalaya.com
Kapolresta Tasik, AKBP Doni Hermawan menunjukan barang bukti kasus sabu yang terungkap dalam bulan Oktober, Selasa (03/11). rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan melalui Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polresta Tasikmalaya, AKP Ade Hermawan mengatakan, dalam 10 bulan terakhir dari Januari sampai Oktober 2020, kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya mencapai 62 kasus.

Menurutnya, kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hulum Polresta Tasik ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 56 kasus.

“Kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Tasikmalaya di dominasi kasus sabu,” ujar Ade kepada wartawan, Rabu sore.

Ade menerangkan, pengungkapan kasus narkoba mengalami kenaikan, apalagi tahun 2020 ini masih menyisakan dua bulan lagi.

Disamping mengungkap penyalahgunaan narkoba, pihaknya juga berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau obat tanpa izin yang mengharuskan menggunakan resep dokter dalam penggunaannya.

“Modus para pelaku ini masih sama yakni menggunakan sistem tempel. Artinya antara penjual dan pembeli tidak saling ketemu,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk meminimalisir peredaran narkoba di Tasikmalaya dengan mengembangkan kasus-kasus yang telah berhasil diungkap.

“Sejauh ini narkoba dan obat-obatan terlarang yang beredar di Tasikmalaya diperoleh para tersangka dari Jakarta. Mereka mendapatkanya melalui transaksi online,” tambahnya.

Selama bulan Oktober 2020, Satnarkoba Polresta Tasikmalaya berhasil mengungkap sembilan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis ganja, sabu, dan obat-obatan terlarang.

Dalam ungkap kasus tersebut turut diamankan 9 tersangka yang masing-masing 8 orang pengedar dan satu orang pengonsumsi.

“Alhamdulillah, bulan Oktober kemarin kami berhasil mengamankan 9 tersangka berikut barang buktinya berupa 16.358 butir obat terlarang, 47,7 gram sabu, 9,46 gram ganja, dan 25 gram tembakau sintetis,” tukasnya.

Ade pun meminta masyarakat agar turut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba di Tasikmalaya dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Kami minta masyarakat bersama-sama untuk melawan dan mencegah peredaran narkoba, sehingga peredaran narkoba bisa diminimalisir,” harapnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.