Sakit Hati Disebut Bertato & Diragukan, Dukun Warga Pameungpeuk Garut ini Bunuh Yahya Warga Tangerang dengan Racun Ikan

285
0

Kinerja Polres Tasikmalaya patut di acungi jempol. Bagaimana tidak, dua kasus besar di wilayah hukumnya berhasil diungkap.

Kemarin (6/2), setelah membeberkan kasus mirtas oplosan, aparat yang identik dengan warna coklat itu pun berhasil mengungkap penemuan mayat tanpa identitas di Cikubang, Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga : Penyebar Hoaks Jasad Del Siswi SMPN 6 Kota Tasik yang Ditemukan di Gorong-gorong Diringkus Polisi

Sudah 11 hari sejak penemuan mayat Senin (27/1) di Jalan Raya Tajur Kampung Bakom Girang, Desa Cikubang Kecamatan Taraju berhasil diungkap Polres Tasikmalaya.

Indentitas jenazah itu adalah Yahya (48), warga Cisoka, Kabupaten Tangerang yang berprofresi wiraswasta.
Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, Yahya adalah korban pembunuhan berencana. Para tersangkanya ada 5 orang dan kini mendekam di Polres Tasikmalaya. Kamis (6/1) siang.

“Dugaan telah terjadi tindak pidana pembunuhan berencana dan atau meninggalkan orang yang membutuhkan pertolongan dan atau mengambil milik korban dan atau menyembunyikan kematian,” ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK kepada wartawan.

Dia menerangkan para tersangka dalam kasus ini adalah J (50), warga Solear Kabupaten Tangerang, H (40) warga Mangunreja, Kabupaten Tasik, A (27) warga Solear, Kabupaten Tangerang, As (56) warga Warung Peuteuy, Kabupaten Tasikmalaya dan Ase (38), warga Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Kronologinya, kata Dony, pada Sabtu (25/1) pukul 19.00, korban dan J serta A, istri J, berangkat dari Tangerang menuju Pameungpeuk Garut naik mobil. “Tujuannya melakukan ritual agar usaha lancar dan menemui pelaku Ase (diduga dukun, Red).

Tapi saat proses komunikasi mau ritual itu Ase tersinggung dengan perkataan korban,” bebernya.

Baca juga : Penjual Alkohol 96% yang Tewaskan 8 Warga Tasik Diringkus polisi & Terancam Penjara Seumur Hidup

“Korban meragukan pelaku bisa memperlancar usaha, bahkan menyebut dukun kok tato-an,” tambah Doni menceritakan.
Lalu pelaku menyuruh korban untuk pulang ke Tangerang jika tak percaya. Namun korban tak pulang.

Karena sakit hati itu, pelaku berniat menghabisi korban dengan cara seolah-olah ritual dengan cara mencampurkan racun ikan ke dalam air mineral. ”Air mineral itu diminum korban, karena telah melewati proses ritual,” sambungnya.

Setelah korban tewas, tambah Dony, kedua pelaku menggasak barang berharga milik korban lalu menghubungi rekan-rekannya untuk membuang mayat korban.

Barang bukti yang diamankan dari para tersangka ini adalah 1 hape Opo warna biru, 1 hape Evercross warna hitam, 1 tas soren warna hitam, 1 hape Samsung warna hitam, 3 kunci, 1 baju koko, 1 jaket warna biru, blangkon, dupa, dan pisau.

“Para tersangka ini memiliki peran berbeda. J bertugas memasukan mayat korban ke dalam mobil di Pantai Sayang Heulang, Garut. J juga yang menelepon H meminta bantuan untuk membuang mayat korban ke Taraju. Kemudian yang lainnya ikut melempar korban ke jurang di lokasi temu mayat,” tambahnya.

Sedangkan pelaku Ase, jelas Dony, berperan memberikan minuman air putih dicampur dengan racun ikan. Jadi seolah-olah sedang melakukan ritual. Setelah korban terjatuh dan tidak berdaya, pelaku pura-pura memberikan pertolongan dengan cara menekan bagian perut korban dengan tangan.

“Kemudian pergi seolah-olah mencari bantuan tetapi malah kabur,” jelasnya.

Kini para tersangka telah ditangkap, para pelaku dikenakan pasal 340 Jo 338 dan atau pasal 304 Jo. 306 dan atau Pasal 362 dan atau Pasal 181 Jo. Pasal 55 dan Pasal 56 KUHPidana. “Maksimal penjara seumur hidup,” tegasnya (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.