Saksi Ahli Mulai Diperiksa, Sidang Perkara Video Porno Terus Berlanjut

85
0
AKAN MENJALANI SIDANG. Terdakwa kasus video porno VA saat akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Garut Selasa (10/12). YANA TARYANA / RADAR TASIKMALAYA

TAROGONG KIDUL – Pengadilan Negeri (PN) Garut kembali menyidangkan perkara video asusila yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Pada sidang yang dilaksanakan pukul 14.15 Selasa (9/12) itu, hakim memintai keterangan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penutut umum (JPU).

Humas PN Garut Endratno Rajamai mengatakan agenda sidang kali ini memeriksa keterangan saksi mahkota. Ketiga terdakwa yakni We, P dan AD akan saling menjadi saksi dalam perkara tersebut. “Para terdakwa akan saling bersaksi. Mereka akan memberikan keterangan terkait kejadian tersebut,” ucapnya.

Selain ketiga terdakwa yang menjadi saksi, Endratno menyebut JPU menghadirkan saksi ahli. Saksi tersebut berasal dari Mabes Polri. “Ada dari ahli digital forensik Mabes Polri yang dihadirkan oleh JPU. Satu orang ahli itu memberi keterangan terkait video yang beredar,” katanya.

Namun JPU Kejari Garut Dapot Dariarma mengatakan saksi mahkota tidak jadi dimintai keterangan. Itu karena hakim meminta membereskan pemeriksaan saksi ahli yang dihadirkannya. “Tiga terdakwa batal diperiksa. Sidang tadi (kemarin, Red), baru satu saksi ahli digital forensik dari kepolisian yang hadir. Kami sebenarnya mendatangkan tiga saksi ahli. Tapi yang dua berhalangan,” ujarnya.

Dapot menyebut keterangan dua saksi ahli lainnya akan dilakukan pada sidang minggu depan. Setelah saksi ahli selesai, majelis hakim baru akan memeriksa saksi mahkota. “Setelah saksi ahli diperiksa semua, baru saksi mahkota akan dimintai keterangan. Majelis hakim meminta seperti itu,” katanya.

Dapot mengatakan keterangan saksi ahli tersebut sangat berpengaruh. Pasalnya saksi ahli akan menjelaskan terkait kasus video asusila itu.

Terpisah, Asri Vidya Dewi, pengacara P mengatakan berdasarkan keterangan saksi ahli dari kepolisian yang memeriksa 66 video, hanya ada dua video yang berkaitan dengan kliennya. “Yang terkait dengan klien saya hanya ada dua video. Sisanya itu ada video hasil download dan kiriman orang lain,” ujarnya.

Menurut dia, ahli digital forensik tersebut hanya menunjukkan waktu pembuatan video. Terkait siapa saja orang di dalam video, saksi tersebut menerangkan bukan keahliannya. “Dia hanya menerangkan waktu pembuatannya saja. Yaitu pada 7 Juli 2018,” katanya.

Saat video tersebut dibuat, Asri menyebut kliennya masih di bawah umur. PA masih remaja saat menikah dengan Rayya. “Asumsinya ini human trafficking karena menikah tanpa dicatatkan. VA juga masih remaja saat menikah,” ujarnya.

Sementara itu, Pengacara We dan AD Soni Sonjaya mengatakan kliennya We kini sedang dalam kondisi sakit keras. Namun Soni tak menyebut penyakit yang diderita oleh We. “Nanti saat waktunya akan kami sampaikan. Meski sakit, klien kami harus tetap menjalani persidangan,” ucap Soni.

Sakit yang dialami We, lanjutnya, belum diketahui oleh majelis hakim dan JPU. Pihaknya pun telah menyiapkan rekam medis We untuk diberitahukan kepada majelis hakim. “Bukti rekam medisnya sudah ada. Biar diperhatikan karena memang sudah parah sakitnya,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.