Sambongjaya Bersiap Wujudkan Kelurahan ODF

63
0
SUKSESKAN ODF. Satgas Jawara ODF wilayah Sambongjaya Kecamatan Mangkubumi berpose bersama pemerintah kelurahan, kecamatan, perwakilan Dinkes, SNV, dan pendamping saat monitoring kesiapan, Rabu (8/5). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

MANGKUBUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya bersama Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV), organisasi pembangunan Belanda memonitor kesiapan pelaksanaan program Jawara ODF 2019 Menuju Sanitasi Aman (Saniman) di Kelurahan Sambongjaya Kecamatan Mangkubumi, Rabu (8/5).

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kota Tasikmalaya Joko Puji Hartono MKes menerangkan, untuk mengentaskan perilaku buang air besar sembarang (BABS) tidak cukup dengan membangun infrastruktur. Namun, perlu ada upaya untuk mengubah kebiasaan masyarakat. “Mengubah perilaku itu lebih sulit daripada membangun infrastruktur. Karena itu, diperlukan pemicuan agar masyarakat sadar bahwa BABS itu tidak baik,” kata dia.

Menurut Joko, bantuan infrastruktur kesehatan hanya stimulan bagi masyarakat untuk berubah. Yang paling penting mem­berikan kesadaran dan motivasi agar masyarakat berubah karena kebutuhannya sendiri. “Intinya masyarakat jangan dipaksa. Namun, justru mengajak dengan mengikuti irama yang memiliki seni. Sebab, dalam menyadarkan pola masyarakat berbeda-beda caranya. Sehingga, kuncinya ada di masyarakat dalam pola hidup sehat,” ujarnya.

Masyarakat, kata dia, juga harus memahami pentingnya sanitasi aman (saniman). Saniman itu merupakan sebuah kebutuhan, bukan keinginan. Dengan demikian, program tersebut harus benar-benar tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Masyarakat harus disentuh perasaannya dan jangan sampai mereka merasa tersinggung. “Sanitasi nantinya akan menjadi program utama, menjadi keinginan utama, bahkan akan menjadi sesuatu yang diprioritaskan,” tutur dia.

Perwakilan SNV Indonesia wilayah Tasikmalaya Dadang Ahmad Hidayat menjelaskan, sebagai lembaga non government organization (NGO), pihaknya siap berperan mengubah perilaku dan memotivasi masyarakat dalam mewujudkan hidup bersih dan sehat serta agar kebiasaan BABS bisa segera ditinggalkan. “Suksesnya ODF 2019 dengan adanya silaturahmi dan diskusi seperti ini. Tindak lanjutnya untuk membuat pemetaan tentang gambaran masing-masing rumah yang telah disurvei,” kata dia.

Camat Mangkubumi Drs H Soni MSi mengharapkan, dengan program ODF, kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) akan tumbuh dan lingkungan sehat tercipta. Pihaknya juga siap bersama-sama untuk menyadarkan masyarakat agar tidak BABS.

Dia juga meminta Satuan Tugas (Satgas) Jawara ODF wilayah Sambongjaya bisa membuat pemetaan termasuk potret kawasan dari Google Map. “Sehingga dapat diketahui model program before dan after-nya seperti apa. Sehingga Kelurahan Sambongjaya jadi salah satu pilot project Jawara ODF 2019 pada Kecamatan Mangkubumi,” katanya.

Lurah Sambongjaya Suryaman Saputra menuturkan, pertemuan kemarin bagian dari tindak lanjut dari hasil pelatihan Satgas Jawara ODF di Hotel Horison akhir April lalu. “Kebersihan lingkungan baik BABS dan sampah dapat dilakukan atas kesadaran masyarakat. Sehingga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Usai Ramadan, pihaknya berencana mendatangi masyarakat untuk menyosialisasikan ODF. Setelah sosialisasi ini, diharapkan ada kesadaran dan rasa malu bila masyarakat BABS. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.