Sambut Tahun Baru dengan Kesederhanaan

235
0

CIHIDEUNG – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tasikmalaya H Ricky Assegaf MPd mengajak generasi muda menyambut 1 Januari 2018 dengan semangat baru untuk mempersiapkan kesuksesan baru. “Kalaupun yang hendak merayakan, rayakanlah dengan niatan memulai hal yang baru dengan kesederhanaan dan kebaikan. Sebab, untuk meraih kesuksesan perlu diawali kesederhanaan dan kebaikan,” ujar Ricky saat dihubungi Selasa malam (26/12).
Eloknya pemuda Kota Tasikmalaya, kata Ricky, bisa lebih menyalurkan kebahagiaan pergantian tahun dengan hal bermanfaat dan maslahat. Salah satunya melaksanakan muhasabah atau hal positif lainnya.
“Wajah Tasikmalaya masa depan itu bisa dilihat dari pemuda hari ini. Maka apabila generasi hari ini cenderung tergerus dengan euforia, mau seperti apa ke depannya,” terang Ricky yang juga pendidik ini.
Dalam kesempatan berbeda, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Enan Suherlan berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak hanya melakukan penjagaan di titik-titik rawan terjadinya gangguan ketertiban saat malam pergantian 2017 ke 2018. Namun pemkot bisa mengalihkan kegiatan pesta kembang api dengan kegiatan yang lebih mendorong para muda-mudi menunjukkan kreativitasnya.
“Selaras dengan saran yang disampaikan KH Didi Hudaya (Ketua PC NU Kota Tasikmalaya, Red), pemerintah jangan malah memberi contoh misal pesta kembang api. Tetapi lebih kepada memfasilitasi agar kreativitas kawula muda terdorong dan disalurkan ke arah positif di pergantian tahun,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan harus dilawan kembali dengan kegiatan. Sehingga pekerjaan rumah pemerintah tinggal bagaimana mengemas kegiatan tahun baru agar lebih memberi kontribusi yang mampu membangkitkan generasi muda untuk berdaya sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. “Bukan mengabaikan pengalaman, di samping itu ruang agar mereka (kawula muda) bisa berekspresi secara positif juga harus disediakan. Minimal mengikis hal-hal negatif apabila ada wadah positif,” sarannya.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) KH Didi Hudaya, sebelumnya, menyarankan pemerintah dan instansi lainnya tidak merayakan malam Tahun Baru dengan euforia berlebihan.
“Apalagi melakukan kegiatan yang cenderung lebih besar mudarat dibanding maslahatnya. Kegiatan bersifat hura-hura di pergantian tahun, harus dihindari,” ujar KH Didi saat dihubungi Radar, Senin (25/12). “Jangan sampai pemerintah yang memberikan contoh dengan menggelar pesta kembang api. Seolah tradisi yang mau tidak mau harus ada,” tegasnya.
KH Didi meminta pemerintah lebih proaktif dalam mengajak generasi muda melewati pergantian tahun dengan hal positif. “Kami di internal NU banyak kegiatan dalam rangka pengalihan remaja dan pemuda agar tidak melakukan kegiatan mubazir. Ziarah, pengajian dan lain sebagainya yang dilaksanakan badan otonom,” jelas KH Didi.
Jangan Terlibat Kenakalan Remaja
Selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018, semua peserta didik tingkat SMA di Kota, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabuapten Garut dilarang untuk euforia berlebihan. Apalagi terlibat dalam kenakalan remaja yang bisa meresahkan masyarakat. Hal itu diungkapkan Pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah VI, Dadang Abdul Patah saat dihubungi Radar Selasa (26/12).
Kata dia, pihaknya sudah melayangkan surat secara tertulis kepada seluruh kepala sekolah untuk mengimbau siswanya agar tidak melibatkan diri dalam kenakalan remaja. ”Itu disampaikan kepada siswa pada saat pembagian raport, bahwa siswa jangan sampai terlibat seks bebas, penyalahgunaan narkoba dan pencurian, geg motor dan pesta miras,” tuturnya.
Dadang berharap siswa untuk mengisi liburan bersama keluarga dan banyak menggali ilmu agama atau berlibur ke tempat-tempat yang bisa menambah ilmu, sehingga bisa sekaligus belajar. ”Momentumnya lebih baik diam dirumah saja agar dekat dengan keluarga, atau bisa juga pergi piknik bersama kan lebih menyenangkan,” ujarnya.
Jika ada laporan kenakalan remaja yang dilakukan siswa, pihak sekolah diberikan wewenang untuk memberikan sanksi tegas. Pihak sekolah punya wewenang dan aturanya sendiri untuk memberikan sangsi kepada siswa yang diketahui terlibat kenakalan remaja. Tapi jika sudah masuk tindak pidana, maka sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian dan orang tua siswa. ”Kalau sudah masuk ranah tersebut kami benar benar angkat tangan, oleh karena itu langkan prepentif paling penting,” tandasnya. (igi/den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.