Komisi III Dorong Pembelian Alat Pengolahan

Sampah Bisa Jadi Masalah Besar

16
H Heri Ahmadi

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya men-support rencana pembelian alat pengolahan sampah untuk menguras volume sampah di Tempat Pembuang Akhir (TPA) Ciangir, Tamansari. Pasalnya, kegunaan lahan seluas 11 hektare itu diprediksi hanya berumur sekitar dua tahun lagi.

“Secepatnya laksanakan program yang sudah direncanakan. Sebab, apabila tidak diselesaikan akan menjadi masalah di kota,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya H Heri Ahmadi saat dihubungi Radar, Selasa (14/8).

Menurutnya, kalaupun pemkot harus merogoh kocek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ataupun melalui kerja sama dengan investor, pihaknya mendukung segera direalisasikan.

Apalagi, kondisi persampahan di Kota Resik ini sudah tidak tertangani. “Kita minta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memberikan perhatian lebih dalam urusan sampah. Mudah-mudahan bisa efektif, efisien dan tepat waktu,” tuturnya.

Namun, politisi PKS itu berpesan program yang sudah digulirkan pemkot sebelumnya, yakni membuat sanitary landfill juga dilanjutkan. Sebab, program itu juga merupakan salah satu upaya memperpanjang usia TPA.

“Dulu kan sudah ada program itu, tetapi tidak dilanjutkan dalam memaksimalkan lahan Ciangir. Kita harap ini juga diteruskan, jangan seolah karena ada beberapa lahan warga yang siap dibebaskan di sekitaran TPA,” papar Heri.

Wawancara terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Wahid mengatakan salah satu upaya mengurangi volume sampah di TPA Ciangir adalah dengan membina kelompok-kelompok pengelola sampah.

Mereka harus terus diberi arahan tentang cara menyortir sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS). “Harus terus men-support komunitas dan kelompok pengelola sampah di wilayah. Seperti bank sampah dan lain sebagainya supaya saat sampah diangkut ke Ciangir itu sudah benar-benar limbah yang tidak bisa didaur ulang,” terang dia.

Dia menyebut sarana prasaran pendukung dalam pengelolaan sampah juga perlu ditingkatkan. Sebab, antara fasilitas publik dengan volume sampah yang diproduksi per hari belum seimbang. “Maka banyak TPS liar berserakan. Memang sarana prasarana belum memadai,” tandas politisi PKB itu. (igi)

loading...