Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.8%

19.6%

8.1%

68.6%

Sampah Kayu Milik BLU di Cimaragas Ciamis Dikeluhkan Warga, Diduga Sebabkan Ini..

243
0
TEBANG POHON KELAPA YANG DISERANG HAMA BANGBUNG
Warga menebang pohon kelapa yang mati, akibat diserang hama Bangbung. foto iman s rahman/ radartasikmalaya.com

CIAMIS –  Masyarakat di Dusun Cibitung Desa/Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis, mengeluhkan kondisi pohon kelapa miliknya, akibat diserang hama Bangbung, hingga mati.

Usut punya usut, akhirnya warga mengklaim, bahwa hewan Bangbung tersebut bersarang ditumpukan limbah kayu yang ada di lokasi pabrik pengolahan kayu, milik PT R.

Sedangkan, PT R sendiri adalah Badan Layanan Umum dari Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (BLU- KLH-RI). Lokasi pabrik masih di Dusun Cibitung.

Dimana sejak setahun lalu, menurut keterangan warga, pabrik tersebut sudah tidak beroperasi, bahkan mangkrak, seolah tak bertuan.

Seperti dikatakan Endang Danu (63) warga setempat yang bertani kelapa mengatakan, masyarakat di kampungnya mayoritas petani kelapa.

Dia dan warga lainnya mengaku merasa dirugikan dengan adanya limbah kayu yang menumpuk hingga membusuk.

“Lama-lama menjadi biang penyakit, sebagai sarang tempat hewan Bangbung berkembang biak. Lalu menyerang ke ratusan pohon kelapa milik petani di tiga desa, seperti Desa Cimaragas, Desa Jayaraksa dan Desa Beber,” papar Endang, warga Dusun Cibitung RT 18/7 Desa/Kecamatan Cimaragas kepada Radar, Selasa (18/08) pagi.

“Pohon kelapa milik saya ada 20 pohon, juga mati, akibat pucuknya dilobangi hewan Bangbung,” sambungnya.

Endang mengaku, hewan Bangbung diketahui oleh masyarakat setelah dilakukan pemeriksaan ke lokasi pabrik.

“Bagian pucuk pohon mati. Jika pohonnya ditebang dan dijual harganya murah Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Jika pohon sudah tua paling bagus  dijual Rp300 ribuan,” tuturnya.

“Ini pohon yang masih produktif, mati diserang hama bangbung dan dijualnya murah. Kami merasa kerugian, ” jelasnya.

Kata dia, bukan hanya puluhan tanaman kelapa miliknya saja, melainkan sudah ratusan pohon petani yang alami kerugian di tiga desa.

Pihaknya menuntut kepada PT R untuk bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Kami berharap pemiliknya datang baik-baik serta membicarakan hal ini. Kami pernah datang ke pabrik, tapi pemiliknya juga tidak ada, karena mangkrak sejak satu tahun lalu. Tolong lah agar hal ini bisa dibicarakan,” tegasnya.

Sementara itu,  pegiat Lingkungan Hidup warga Kecamatan Cimaragas, Ujang Solihin (53) mengaku, semul pihaknya mendapat laporan dari masyarakat yang mayoritas petani kelapa.

Ratusan pohon kelapa milik warga yang masih produktif diambil buahnya, pada mati, akibat diserang hewan bangbung, dengan cara dilubangi hingga membusuk.

Pihaknya sempat survai dari mana hewan hama tersebut berasal. Dan ternyata berasal dari  limbah sampah kayu milik PT R, yang mangkrak sejak satu tahun lalu.

Bahkan dirinya bersama masyarakat masuk ke dalam pabrik. “Banyak limbah kayubyang telah membusuk serta menjadi biang penyakit dan dipakai sarang hewan Bambung,” ungkapnya.

Bangbung dewasa, kata dia, berterbangan menyerang ratusan pohon kelapa, dimana yang masih kecil dan besar pun habis diserang hingga banyak yang mati.

“Kami meminta kepada Kementrian Lingkungan Hidup yang mendaulat PT Rona itu untuk datang dan tinjau ke lokasi. Biar tahu penderitaan masyatakat akibat dampak pencemaran lingkungan tersebut,” paparnya.

Ujang menambahkan, di dalam pabrik tersebut terdapat mesin baru yang didanai  sekitar Rp40 milyar dari Kementrian Lingkungan Hidup RI.

“Adapun persolanya, karena sekarang telah mencemari lingkungan, harus ada yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Radar mencoba menghubungi lewat telepon penanggung jawab PT R,   bernama Zull, guna mengonfirmasi persoalan ini. Sayang sampai berita ini diturunkan tidak memberikan jawaban.

(iman s rahman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.