Sandi Tekjub Sistem Perekonomian di Yayasan Daarut Tauhid

10

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANDUNG – Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, Sandiaga Uno, mengaku terkesan dengan sistem perekonomian di Yayasan Daarut Tauhid yang menerapkan konsep berbasis umat dan wakaf.

“Wakaf produktif yang bisa membina ekonomi berbasis kerakyatan, ekonomi berbasis pemberdayaan komunitas, juga bagaimana bersandingnya pondok pesantren dan kegiatan ekonomi ini bisa berkelanjutan berkesinambungan,” ujar Sandiaga, di Yayasan Ponpes Daarut Tauhid, Kota Bandung, Selasa.

Sandi mengatakan, sistem ekonomi yang diterapkan Daarut Tauhid telah terbukti mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran Ponpes memberikan dampak positif karena mampu menjaring masyarakat sekitar untuk berwirausaha.

Terlebih, Daarut Tauhid pun memberikan pendampingan serta akses modal yang membuat perekonomian bisa bertahan bahkan maju.

Menurutnya, konsep ekonomi berbasis wakaf bisa dikembangkan sangat luas. Ia ingin agar setiap Ponpes di Indonesia memiliki sebuah sistem perekonomian yang sama seperti di Ponpes Daarut Tauhid.

“Saya lihat nanti akan ada pusat-pusat pertumbuhan bersanding dengan kegiatan keagamaan pesantren,” katanya.

Sandi bahkan menegaskan sistem perekonomian berbasis umat dan wakaf seperti di Daarut Tauhid, akan ia duplikasi sebagai program kerja dengan Prabowo nantinya.

“Iya nanti akan kita bicarakan menjadi salah satu program ekonomi kita ke depan,” kata Sandi.

Ia pun membandingkan sistem perekonomian pemerintah saat ini yang cenderung pro terhadap pengusaha-pengusaha besar dan luput terhadap pelaku mikro.

Padahal, kata dia, ekonomi kerakyatan bisa menjadi jembatan dalam mengurangi kesenjangan dan ketimpangan sosial di masyarakat.

“Kalau ekonomi sekarang terlalu bebas, membiarkan import harga naik. Kami ingin (perekonomian) lebih berkelanjutan dan bisa menyiasati kesenjangan, bisa membuka lapangan kerja dan memastikan harga-harga stabil,” katanya.

Sementara itu ketua Yayasan Ponpes Daarut Tauhid, Gatot Kuntakumara, menjelaskan sistem perenomian berbasis wakaf ini telah membiayai 1.200 pelaku usaha baru beserta pendampingan.

Dana-dana wakaf yang diberikan masyarakat digunakan ke berbagai manfaat seperti program beasiswa, pelindungan dan pengembangan usaha, pendidikan, hingga dakwah.

“Tahun kemaren yang menerima manfaat itu 1,4 juta orang yang menerima beasiswa SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, termasuk dana bergulir 1.200 orang,” katanya.

(Lan/Fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.