Sandiaga Uno Akui Produksi Kulit Garut Berkualitas Internasional

57
0
BERKUALITAS. Pengusaha nasional Sandiaga Uno saat berkunjung ke salah satu industri pengolahan kulit. Dia menyebut produk kulit dari Kabupaten Garut memiliki kualitas internasional. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Pengusaha nasional Sandiaga Uno menyebut produksi kulit asal Kabupaten Garut kualitasnya sejajar dengan produksi kulit dari luar negeri.

“Produk ini sudah memiliki kualitas internasional, tidak kalah dengan produk luar negeri,” kata Sandiaga Uno saat mengunjungi industri pengolahan kulit PT Garut Makmur Perkasa (GMP) di Kecamatan Garut Kota, Kamis (5/11).

Menurut dia, dengan hasil produksi kulit yang berkualitas Internasional ini, industri kulit di Garut ini harus mendapat insentif dari pemerintah, baik dari segi kebijakan maupun keringanan fiskal, terutama dalam pandemi Covid-19.

Dengan begitu, industri pengolahan kulit ini dapat tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sokongan dari pemerintah diperlukan karena bisnis pengolahan kulit di Kabupaten Garut adalah salah satu industri yang dapat menampung banyak lapangan kerja.

“Dukungan dari pemerintah untuk industri kulit di tengah pandemi ini perlu dilakukan, sebab jika tidak, akan banyak karyawan yang kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Sandi menyebut kehadirannya di Kabupaten Garut tak lain untuk memberi semangat kepada para pelaku usaha pengolahan kulit agar dapat bangkit dari keadaan sulit melawan Covid-19. “Untuk membangkitkan itu, perlu kolaborasi dari pemerintah,” terangnya.

Menurut dia, pemerintah perlu memberi insentif kepada para pelaku usaha, terutama untuk usaha mikro. Sementara untuk industri besar harus diberikan kemudahan cash flow agar likuiditas perusahaan mereka lancar.

Sementara itu, Sandi mengingatkan para pelaku dunia usaha juga harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam perkembangan teknologi. “Jadi menjual mulai pakai digital, marketing, dan lain-lain, dilakukan secara digital,” ujarnya.

Sedangkan peran masyarakat adalah membeli produk lokal. Sebab, masih banyak masyarakat yang menganggap produk lokal kalah secara kualitas dari produk luar negeri.

“Masyarakat juga harus berubah mencintai produk lokal. Jangan semua semua impor,” terangnya.

Wakil Direktur PT GMP Indrawan mengatakan, meski sempat terpuruk ketika memasuki pandemi Covid-19, tetapi saat ini sejumlah perusahaan pengolahan kulit di Garut mulai mendapatkan banyak pesanan dari konsumen.

“Pada Februari hingga Juni penjualan mengalami penurunan. Bahkan pada Maret kita sama sekali tak bisa menjual produk,” terangnya.

Baru setelah Lebaran, ia menambahkan, penjualan produk olahan kulit kembali meningkat. Saat ini, ia mengklaim operasional perusahannya sudah berjalan 80 persen dari kondisi normal.

“Kita dapat banyak order untuk sepatu TNI,” terangnya.
Indrawan berharap pandemi Covid-19 dapat segera berakhir. Dengan begitu, geliat ekonomi jadi kembali normal.

Baca juga : Satker Kemenkeu Salurkan Bantuan di Garut

Menurut dia, kebijakan yang diambil pemerintah selama pandemi Covid-19 kepada para pelaku usaha sudah cukup baik. Ia menilai banyak pelaku usaha terbantu dengan pemberian insentif dari pemerintah.

Namun, ia mengatakan masih terdapat catatan untuk pemerintah untuk mendukung perkembangan industri kulit. Salah satunya, penegakkan aturan tegas.

“Misalnya, pelarangan tegas untuk mengekspor wet blue atau bahan baku setengah jadi. Kalau itu kita ekspor, negara yang menerimanya akan mendapat manfaat lebih daripada kita yang harus mengurus limbahnya. Karena dengan wet blue dia bisa membuat kulit apa saja,” terangnya.

Indrawan mengatakan pemerintah telah membuat aturan tegas pelarangan ekspor wet blue. Namun, masih ada saja sejumlah pelaku usaha nakal yang mengekspor wet blue ke luar negeri.

“Itu harusnya tidak boleh, tapi masib ada yang bakal. Karenanya penegakkan aturannya harus tegas,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.