Sanksi Harus Menjadi Efek Jera

293
0
Loading...

KOMISI IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya menyayangkan sikap bidan yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Puskesmas Ciawi telah melakukan pelanggaran dengan mengunggah foto pasangan calon Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) serta melakukan ajakan atau kampanye.

“Ini sangat disayangkan, padahal pemerintah sebelumnya sudah memberikan surat edaran mengenai PNS harus netral pada proses Pemilihan Gubernur Jawa Barat ini,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Yono Kusyono kepada Radar, Jumat (27/4).

Menurut dia, pelanggaran itu harus ada tindakan tegas dari penegakan hukum, utamanya Inspektorat yang mempunyai kewenangan dalam memberikan sanksi kepada PNS.

“Seharusnya ada sanksi yang berat, sehingga ada efek jera bagi PNS lain supaya tidak kembali terulang ketidak netralan aparatur sipil negara,” bebernya.

Yono menilai pelanggaran yang dilakukan oleh PNS sudah terjadi beberapa kali. Bahkan hampir semua jabatan PNS termasuk kepala desa terlibat pada pelanggaran di Pilgub Jabar 2018. Maka dari itu, untuk memutuskan mata rantai pelanggaran PNS dan kepala desa harus ada sanksi yang sangat tegas.

Loading...

Komisi IV akan membahas temuan adanya bidan PNS yang terlibat pelanggaran Pilgub Jabar 2018 dalam waktu dekat. “Kita akan memanggil Dinas Kesehatan untuk diberikan arahan agar tidak ada kejadian yang sama,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dr Faisal Soeparyanto menjelaskan sudah memanggil bidan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.

“Akan tetapi yang bersangkutan tidak memenuhi undangan. Bahkan saat dihubungi juga tidak ada jawaban. Tapi untuk sanksi saya serahkan sepenuhnya kepada Inspektorat,” bebernya.

Faisal mengaku kecewa dan sudah mencoreng nama baik Dinas Kesehatan dengan apa yang dilakukannya atas pelanggaran pada Pilgub Jabar 2018. “Seharusnya bidan itu fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat bukan malah membuat pelanggaran dengan mengunggah dan melakukan ajakan kampanye,” kesalnya.

Sementara itu Kepala UPT Puskemas Kecamatan Ciawi Asep Rudi Irawan SKm membenarkan bahwa bidan atas nama Eneng Arti Gunarti (EAG)tersebut di panggil oleh Panwascam Ciawi beberapa waktu lalu.

“Pelanggaran itu saya ketahui setelah adanya pemanggilan dari Panwascam. Saya tidak mengetahui bahwa bidan ini selalu mengunggah foto pasangan calon di media sosial,” terangnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.