Santri di Ciamis Masuk 14 Juni, Ini Kata Bupati dan Ulama

132
0

CIAMIS – Guna menyambut kedatangan para santri dan santri baru dari luar daerah, Pemkab Ciamis menggelar rapat koordinasi bersama Forum Silaturahami Pondok Pesantren (FSPP) dan Forum Pondok Pesantren (FPP) Ciamis.

Kegiatan bertempat di ruang Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kamis (4/5).

Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya menghimbau para santri yang datang kembali ke Pesantren di Ciamis, agar mematuhi protokol kesehatan.

Seperti halnya yang telah diatur oleh Kementrian Agama Republik Indonesia.

“Para santri sebelum datang ke Ciamis agar membawa Surat Keterangan Sehat Dokter yang didapat dari intansi kesehatan setempat dan sebelum berangkat melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” jelas Herdiat.

Herdiat menambahkan, mengenai Rapid Test, pemerintah daerah sangat terbatas anggaranya dan belum bisa untuk melaksanakan secara keseluruhan.

“Pemkab Ciamis telah melaksanakan rapid test di setiap Kecamatan dengan memusatkan ke titik keramaian seperti pasar dan tempat lainnya,” ujar Herdiat.

Secara akurasi, rapid test kurang bisa dipertanggungjawabkan secara akurat. Presentasinya 50;50, tapi kalau PCR SWAB bisa 90 persen.

Berkaitan dengan jumlah santri yang mencapai 30 ribu lebih, pemkab belum bisa mengakomodir kebutuhan untuk pelaksanaan rapid test atau swab test.

“Semoga kedatangan santri di Ciamis berjalan dengan baik dan lancar dan sehat semuanya,” paparnya.

Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP), KH Nonop Hanafi menuturkan, sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan para pimpinan pondok pesantren.

Dalam pertemuan tersebut disepakati santri datang dimulai 14 Juni 2020.
Para santri sebelum kembali ke pesantren telah diarahkan untuk menerapkan protokol kesehatan dan tidak melakukann aktifitas di rumah atau penerapan isolasi mandiri.

“Berkaitan santri yang dari luar Jawa Barat mengalami keterbatasan transportasi dengan kebijakan yang berbeda setiap daerahnya, pondok pesantren memberikan keringanan terkait kedatangan para santri tersebut,” tuturnya.

Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, KH Fadlil Yani Ainusyamis (Ang Icep) mengatakan, masyarakat diminta tidak panik dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Dalam menanggapi COVID-19 ada istilah relaksasi, namun jangan sampai teldor. Kita harus tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dan physical distancing serta anjuran pemerintah,” jelas Ang Icep.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.