Santri di Ponpes Idrisiyyah Dibekali Ilmu Agama & Ekonomi

77
0
BELAJAR AL-QURAN. Santri di Pondok Pesantren Idrisiyyah saat mengikuti pembelajaran Al-Quran. ISTIMEWA

TASIK – Santri Pondok Pesantren Idrisiyyah dibekali ilmu agama dan ekonomi. Selama menjalani pendidikan, para santri juga menerapkan iman, Islam dan ihsan.

Mudir Pondok Pesantren Idrisiyyah Putra, Ustaz Cecep Hidayatullah SSi, SPd mengatakan, Pondok Pesantren Idrisiyyah memiliki kekhasan dalam melaksanakan pendidikan kepada para santri, khususnya santri putra yang berjumlah 530.

“Pesantren kita ini berbasis tarekat tasawuf, maka pengajaran atau orientasi pendidikannya dari pendidikan prasekolah hingga pendidikan tinggi ini linier,” kata Ustaz Cecep kepada radartasik.id di Pesantren Idrisiyyah Selasa (22/9).

Selama pembelajaran, santri menerapkan iman, Islam dan ihsan. Di mana untuk objek iman yaitu mengesakan Allah Swt, Islam dengan kajian fikih sesuai dengan saran Rasulullah Saw yang dibarengi sikap hati yakni ihsan. “Itu terus kita tanamkan kepada para santri kami,” ungkap Ustaz Cecep.

Dalam pembelajaran di Pondok Pesantren Idrisiyyah, kata Ustaz Cecep, santri terus menjalankan ajaran Islam secara utuh sesuai dengan rukun-rukun agama.

“Pendidikan linier itu menjadikan kekhasan sendiri dengan basic tasawuf di mana anak-anak ini sejak dini sampai pendidikan tinggi diperkuat basic-basic tasawufnya,” jelasnya.

Ustaz Cecep juga mencontohkan salah satu pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Idrisiyyah yakni dengan menjaga hari dari penyakit batin seperti suuzon dan lainnya.

“Kami juga menerapkan karakter saling menghormati. Mulai dari menghormati teman, guru dan orang tua termasuk juga menerapkan sikap jujur,” contohnya.

Pada dasarnya sama setiap pesantren pada umumnya, kata Ustaz Cecep, di Ponpes Idrisiyyah juga dilaksanakan pembelajaran peribadahan.

Hanya di Pesantren Idrisiyyah lebih menekankan peribadahan dengan menerapkan sikap lurus kepada Allah Swt. “Itu terus kami laksanakan melalui bangun tidur yakni melaksanakan salat tahajud dan itu terus kami laksanakan,” ungkap Ustaz Cecep.

Ustaz Cecep menjelaskan, pembelajaran pembiasan positif yang dimulai tahajud berjamaah, tadarusan dan salat subuh berjamaah. Selanjutnya dilaksanakan pembelajaran pagi sebelum pembelajaran sekolah.

“Dalam KBM (kegiatan belajar mengajar, Red) pagi ini fokus dalam pembelajaran muatan keagamaan mulai dari tahsil Quran, amaliyah yaumiyah seperti kajian-kajian fikih, seperti tata cara wudu, salat dan ibadah yang baik dan benar termasuk tahfidz,” jelasnya.

Selain itu juga, santri melaksanakan pembelajaran doa-doa dan kajian kitab kuning. Itu sebagai basic keagamaan dari para ulama-ulama salaf yang terus dilaksanakannya.

“Bahkan pada pukul 07.00 seluruh santri wajib melaksanakan salat duha berjamaah. Termasuk kami juga menerapkan pembiasaan bahasa asing, mulai bahasa Arab, Inggris dan bahasa lainnya,” kata Ustaz Cecep membeberkan.

Menurut Ustaz Cecep, santri putra tidak hanya mengikuti pendidikan keagamaan, mereka mengikuti pembelajaran lain melalui ekstrakurikuler akademik maupun non akademik pada sore harinya atau setelah selesai pembelajaran sekolah. “Itu untuk pengembangan diri santri.

Termasuk menerapkan pembiasaan hidup sehat sebelum tidur yakni dengan mencuci tangan dan gosok gigi termasuk berwudhu,” ujar dia.

Ustaz Cecep menilai, menjalankan ritual peribadahan sangat berat bagi orang yang tidak bisa. Namun dengan pembiasaan sejak dini, maka saat santri sudah lulus dari pesantren sudah terbiasa menjalankan ibadah.

“Mudahan-mudahan dengan pembiasaan-pembiasaan pemaduan antara tauhid, fikih dan tasawuf ini para santri bisa memahami secara utuh dengan mengamalkannya dengan baik,” ujar Ustaz Cecep berharap.

Para santri juga diajarkan tentang dunia wirausaha. Salah satunya melibatkan santri putra di warung UKM dan Mini Qini di Pondok Pesantren Idrisiyyah. Di mana santri ini secara bergiliran mengelola atau menjaga warung UKM Mini Qini.

“Pembelajaran unit-unit usaha ini, mulai tata cara melayani konsumen dan laporan keuangannya. Diharapkan dengan pengenalan itu menjadi bekal santri setelah keluar dari pesantren,” ujarnya.

Ustaz Cecep berharap melalui pembelajaran khusus itu, para santri saat lulus nanti menjadi santri yang saleh dan santriwati salehah yang berguna bagi umat, bangsa dan negara. “Mudah-mudahan saja berguna bagi umat,” harap Ustaz Cecep dengan ramah. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.