Santri Hafiz Quran Ikut Bertanding Tinju di Kejuaran Antar Pelajar se-Priangan Timur

204
0
Loading...

KOTA TASIK – Beberapa santri penghafal Alquran (tahfidz) Pesantren Laskar Langit, Condong, Kota Tasik dan Manonjaya, Kabupaten Tasik, ternyata ikut ambil bagian dalam Kejuaran Tinju Amatir Antar Pelajar se-Priangan Timur yang dihelat di Basecamp Pertina Jalan Argasari, Cihideung.

Selama 3 hari (Jumat-Minggu, 14-16/2), mereka ikut menjadi peserta kejuaran tersebut yang dibagi dalam 25 pertandingan.

Ketua Pelaksana Kejuaran, Yadi Fiyana yang juga Manager Laskar Langit Fight Camp sekaligus Ketua Yayasan Pesantren Laskar Langit membenarkan hal tersebut.

“Peserta kita dalam kejuaraan ini khusus pelajar. Mulai dari kelas 4 SD hingga kelas 9 SMA. Ada juga beberapa santri tahfidz yang hafal 15 juz dan 20 juz juga ikut bertanding,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Minggu (16/2) disela pertandingan.

Terang dia, uniknya dalam kejuaraan ini beberapa santri tahfidz ikut bertanding.

“Ini antar pelajar baru pertama kali dan yang mengadakan Pesantren Laskar Langit. Sasananya Laskar Langit Fight Camp,” terangnya.

Beber dia, maksud dan tujuan event ini guna mencari bibit calon atlet berprestasi di cabang olahraga tinju.

Loading...

“Karena namanya juga bibit, otomatis usia muda. Usia muda ini adanya di sekolah. Makanya kami mengadakannya antar pelajar, bukan umum. Karena bibit saja,” bebernya.

“Karena saya yakin di Kota Tasik ini banyak atlet tinju yang potensial. Hanya saja mereka kurang jam terbang pertandingannya. Jadi kita tak bisa memantau mereka dan kurang berpengalaman,” sambungnya.

Dia menambahkan, meski demikian bakat bertinju usia dini ini sudah bagus. “Buktinya di kejuaran ini kita buka se-Priangan Timur, dan pesertanya 97 anak itu adalah siswa sekolah, dari SD, SMP dan SMA,” tambahnya.

Dia menandaskan, kejuaran ini juga untuk menjaring atlet ke jenjang Popda di 2021 yang akan dilanjutkan ke Popnas.

Jadi dari sekarang mulai terasah karena sering bertanding. Kebetulan di kelas 56 Kg di Popda lalu, satu-satunya yang meraih emas dari Kota Tasik.

“Makanya ini ada peluang. Saya ingin mengisi itu. Kebetulan di kita juga 2022 menjadi tuan rumah Porprov. Jadi pas berurutan secara terjadwal,” tandasnya.

Tukas dia, melalui kejuaran ini juga pihaknya memiliki misi untuk memupus bad image terhadap tinju.

“Saya insan tinju tahun 1990an. Saya tahu bad image masyarakat masih kental sampai sekarang terhadap olahraga ini. Saking kentalnya, regenerasi atlet tinju itu kurang karena orang tua tak mengizinkannya,” tukasnya.

Tapi, jelas dia, dirinya tak mau menghakimi penilaian itu. Makanya sebagai insan tinju dirinya berusaha berbenah agar bad image terhadap olahraga ini berubah.

Karena tinju itu adalah olahraga dengan pendidikan dan latihan yang jelas. Maka pihaknua menghelat ini.

‘Ibaratnya ini pesantren tahfidz mengadakan pertandingan tinju. Kalau mau dites hafalan Alqurannya silakan. Dan ini pertandingan tertib tak ada yel yel provokatif. Karena kami mengedukasi juga memperlihatkan good influence. Ini beberapa cara untuk memudarkan bad image itu,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.