Santri Tak Boleh Mudah Diperalat

9

RAA WIRATANUNINGRAT – Keberadaan santri cukup berperan dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Jangan sampai negara rusak karena jiwa nasionalisme santri yang lemah dan mudah diperalat.

Hal itu disampaikan KH Aminudin Bustomi saat mengisi materi Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi Santri yang diselenggarakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikamalaya di Pendopo Lama Jalan RAA Wiratanuningrat, Selasa (9/10).

Para santri harus bisa menerapkan segala ilmu kenegaraan yang dipelajari. Karena bagaimana pun setiap masyarakat punya kewajiban menjaga keutuhan NKRI. “Santri sebagai generasi muda yang harus bisa mempertahankan negara,” ungkap KH Amin.

Menurut KH Amin, kecintaan masyarakat terhadap negara mulai melemah. Khususnya di kalangan generasi milenial. Para santri harus hadir sebagai penjaga keutuhan NKRI. “Karena di pesantren pun ada pengajaran kenegaraan,” tuturnya.

Santri juga tidak boleh ketinggalan zaman dengan pengetahuan umum. Terlebih di era digital yang semakin canggih mendatangkan ancaman yang bisa merusak negara. “Kenapa harus menguasai kemajuan pengetahuan, yaitu untuk menghadang dari ancaman-ancaman yang datang,” katanya.

Dengan intelektual dan jiwa nasionalisme yang tinggi didasari ajaran agama, santri bisa menjadi garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan negara. Tidak akan terjadi orang luar yang bisa memengaruhi santri untuk kepentingan mereka. “Kami tidak ingin santri dikendalikan oleh orang luar untuk kepentingan yang tidak baik,” ujarnya.

Pembelajaran yang sama juga perlu diberikan kepada para pelajar di luar pesantren, sekolah umum. Pasalnya, mata pelajaran tentang nasionalisme kebangsaan sudah semakin terkikis. “Seperti PMP (Pendidikan Moral Pancasila), sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.