Santriwati Ponpes Idrisiyyah Tasik Dibekali Ilmu Agama & Kewirausahaan

68
0
BELAJAR. Santri putri Ponpes Idrisiyyah saat mengikuti kegiatan belajar, beberapa waktu lalu. ISTIMEWA

TASIK – Santriwati di Pondok Pesantren Idrisiyyah selain dibekali ilmu agama juga diberikan pembekalan ilmu kewirausahaan.

Mudiroh Pondok Pesantren Idrisiyyah Putri, Ustazah Euis Herlina SAg menjelaskan, Pondok Pesantren Idrisiyyah memiliki pendidikan kekhasan dalam melaksanakan pendidikan kepada para santrinya, khususnya santri putri, yang saat ini berjumlah 462 orang.

“Pesantren kita ini berbasis tarekat tasawuf maka pengajaran atau orientasi pendidikannya dari pendidikan prasekolah hingga pendidikan tinggi ini linier,” kata Ustazah Euis kepada radartasik.id di Pesantren Idrisiyyah Selasa (13/10/2020).

Pembelajaran kepada santri putri, kata Ustazah Euis, pada dasarnya sama dengan santri putra, yakni diberikan ilmu agama seperti iman, Islam dan ihsan.

“Itu terus kami tanamkan kepada para santriwati kami,” ujar Ustazah Euis.
Pembelajaran di Pondok Pesantren Idrisiyyah juga terus menjalankan ajaran Islam secara utuh sesuai dengan rukun-rukun agama.

“Pendidikan linier itu menjadikan kekhasan sendiri dengan basic Tasawuf di mana anak-anak ini sejak dini sampai pendidikan tinggi diperkuat basic tasawufnya,” jelasnya.

Salah satu pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Idrisiyyah yakni dengan menjaga hari dari penyakit batin seperti suuzon dan lainnya.

“Kami juga menerapkan karakter saling menghormati, mulai dari menghormati teman, guru dan orang tua serta menerapkan sikap jujur,” contohnya.

Pembelajaran di Ponpes Idrisiyyah lebih menekankan peribadahan dengan menerapkan sikap lurus kepada Allah SWT. “Itu terus kami laksanakan. Melalui bangun tidur yakni melaksanakan salat tahajud dan itu terus kami laksanakan,” kata Ustazah Euis.

Pembelajaran pembiasan positif itu dimulai tahajud berjamaah, tadarusan, salat subuh berjamaah. Selanjutnya dilaksanakan pembelajaran pagi sebelum sekolah.

“Dalam KBM pagi ini fokus pembelajaran muatan keagamaan mulai dari tahsil Quran, amaliyah yaumiyah. Seperti kajian-kajian fikih, seperti tata cara wudu, salat dan ibadah yang baik dan benar termasuk tahfidz,” kata Ustazah Euis.

Santriwati juga melaksanakan pembelajaran doa-doa dan kajian kitab kuning. Itu sebagai basic keagamaan dari para ulama.

“Bahkan sejak pagi seluruh santri wajib melaksanakan salat duha berjamaah. Termasuk kami juga menerapkan pembiasaan bahasa asing, di antaranya Arab, Inggris dan bahasa lainnya,” ujarnya.

Tidak hanya mengikuti pendidikan keagamaan, para santri putri di Pondok Pesantren Idrisiyyah juga mengikuti pembelajaran lain melalui ekstrakulikuler pada sore hari.

Baik ekstrakurikuler akademik maupun non akademik. “Itu untuk pengembangan diri santri. Termasuk menerapkan pembiasaan hidup sehat sebelum tidur yakni dengan mencuci tangan dan gosok gigi termasuk berwudu,” ujar Ustazah Euis.

Khusus untuk santri putri kibar, mereka akan memilih jurusan. Diantaranya, matematika dan ilmu pengetahuan alam, ilmu-ilmu sosial, ilmu -ilmu keagamaan dan jurusan akuntansi.

“Jadi mereka selain memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan minatnya ada pendalaman muatan khususnya pada tauhid fikih dan tasawuf,” kata dia.

Adapun untuk ekstrakulikuler, kata Ustazah Euis, ada yang wajib dan tidak wajib, baik akademik dan non akademik. Itu sesuai bakat dan minat santriwati.

“Untuk ekskul akademik ini wajib diikuti oleh seluruh santri, seperti bahasa arab, fisika dan lainnya. Kalau untuk non akademik bebas memilih sesuai keinginan santri. Ada bidang seni, olahraga, Paskibra dan lainnya. Untuk Pramuka wajib diikuti oleh seluruh santri,” kata Ustazah Euis.

Di Ponpes Idrisiyyah, santriwati juga diberikan pengetahuan wirausaha. Salah satunya melibatkan santriwati di warung UKM dan Mini Qini di Pondok Pesantren Putri, khususnya. Mereka secara bergiliran mengelola atau menjaga warung UKM Mini Qini.

“Pembelajaran unit-unit usaha ini, mulai tata cara melayani konsumen dan laporan keuangannya. Diharapkan dengan pengenalan itu menjadi bekal santriwati setelah keluar dari pesantren. Sama seperti halnya diterapkan di santri putra,” terangnya.

Di UKM dan Mini Qini, disediakan seluruh kebutuhan santriwati. Itu agar mereka tidak harus mencari kebutuhan keluar pesantren.

“Intinya ini dikelola oleh santri juga untuk kebutuhan santriwati,” bebernya.

Ustazah Euis berharap dengan adanya pembelajaran khusus itu para santriwati yang lulus nanti menjadi santri salehah yang berguna bagi umat, bangsa dan negara.

“Mudah-mudahan pendidikan Idrisiyyah bisa menciptakan santriwati yang salehah,” harap dia. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.